Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Tips Mengemudi Aman dan Nyaman di Jalan Tol

Tips Mengemudi Aman dan Nyaman di Jalan Tol

2021-03-04 10:03:41

Jalan tol atau jalan bebas hambatan memang bisa mempersingkat waktu karena pengemudi bisa mengemudi dengan lebih cepat dibanding di jalanan umum. Namun terkadang lengangnya jalan tol membuat pengemudinya lupa diri dan justru memicu kecelakaan. Maka ketika menggunakan jalan tol, sebaiknya patuhi peraturan dengan baik agar perjalanan aman.

 

Ada beberapa tips mengemudi aman untuk kamu yang akan bepergian jauh menggunakan jalan tol. Salah satunya adalah kamu wajib melakukan pengecekan mobil terlebih dahulu. Karena jika mobil kamu ada bagian yang rusak, tips mengemudi aman ini tidak akan berpengaruh. Jadi, mari periksa beberapa bagian mobil kamu seperti berikut, ya!

 

Oli mesin

Oli mesin harus memiliki volume yang cukup agar aman di jalan. Cara mengeceknya dengan memeriksa level pada stik oli. Level oli harus berada pada garis antara tanda L dan F. Jika kurang dari tanda L, sebaiknya bawa ke tempat servis untuk mengganti oli. Pastikan batas waktu kilometer penggunaan oli masih cukup untuk jarak yang akan ditempuh.

 

Air radiator

Pastikan air radiator mobil kamu dalam kondisi penuh dan air reservoir sampai batas level yang tidak terlalu penuh. Periksa juga ya selang radiator dan selang penghubung ke reservoir. Jika ada selang yang retak atau menggelembung, ganti segera untuk menghindari selang pecah saat di perjalanan. Pastikan pula sambungan selang ke mesin dan radiator cukup kencang.

 

Rem

Minyak rem perlu juga diperiksa agar sistem rem bisa bekerja dengan baik. Jika berkurang dari batas minimal, maka perlu dilihat apakah ada kebocoran pada selang dan master rem. Periksa juga apakah ada basah di bagian dalam velg untuk mengecek apakah ada kebocoran pada silinder roda.

 

Lampu dan ban

Salah satu tips mengemudi aman ialah mengecek kinerja lampu dan ban mobil. Pastikan lampu berfungsi dan menyala dengan baik. Jaga-jaga untuk membawa lampu cadangan dalam perjalanan kamu, setidaknya satu buah untuk setiap lampu. Lalu pada ban, cek kondisi secara fisik seperti apakah tekstur ban sudah aus atau belum menggunakan pengukur tapak atau koin. Pastikan tapak memiliki kedalaman setidaknya 1,6 mm. Jika kedalaman tapak kurang dari 2,5 mm, pertimbangkan untuk mengganti ban karena akan membuat ban aus lebih cepat. Lalu cek juga tekanan pada ban mobilmu. Tekanan ban mobil yang normal ada di angka 30-34 psi.

 

Putaran kipas pendingin

Jika kipas diputar oleh belt, periksalah kondisi fisik belt-nya. Jika belt dalam kondisi yang tidak baik seperti ada keretakan, gantilah segera. Cek pula ketegangan tension belt supaya putaran kipas berjalan optimal. Agar kamu tahu apakah pendinginan mesin mobil oleh kipas mesin berjalan normal atau tidaknya, perhatikan jarum pointer penunjuk temperatur. Jika melebihi garis tengah, tandanya mesin cukup panas tapi masih aman. Namun jika lebih dari setengahnya, sebaiknya berhenti terlebih dahulu dan tunggu sampai mesin mobil dingin. 

 

Wiper mobil

Jika kamu pergi dalam kondisi hujan, benda ini sangat penting untuk kamu cek. Pastikan wiper kaca mobil kamu dapat berfungsi dengan baik. Tes dengan menyiramkan air pada kaca mobil, dan nyalakan wiper. Jika karet wiper dapat menyapu air sampai kaca mobil kesat, mobil siap digunakan. Namun jika masih meninggalkan sisa air pada kaca mobil, kamu perlu mengganti wiper tersebut.

 

Jika kondisi mobil kamu sendiri sudah aman, saatnya lakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Ikuti tips mengemudi aman berikut ini, ya!

 

Patuhi aturan lalu lintas

Aturan lalu lintas sangat wajib kamu penuhi agar tidak menambah kemacetan atau memicu kecelakaan. Salah satu aturan lalu lintas yang perlu diperhatikan adalah batas kecepatan. Jalan tol atau jalan bebas hambatan memang bisa lebih memungkinkan kamu untuk ngebut dibanding dengan jalanan umum. Namun tetap saja kamu harus melihat sudah berapa kilometer per jam ketika kamu mengemudi. Batas kecepatan tiap jalan tol berbeda-beda, menyesuaikan dengan letak geografis daerah tol tersebut. Misalnya seperti jalan tol Jakarta – Cikampek yang memiliki batas minimal 60 km/jam dan batas maksimal 100 km/jam.

 

Pilihlah lajur jalan yang sesuai

Biasanya jalan tol memiliki tiga lajur, yaitu lajur kanan untuk mendahului, lajur tengah untuk berkendara normal, dan lajur kiri untuk truk dan bus. Salah satu penyebab kecelakaan pada jalan tol adalah pengemudi yang tidak sesuai dengan jalur. Misalnya truk kontainer berada di lajur kanan, sementara mobil biasa berada di lajur kiri untuk mendahului. Kesalahan pemilihan lajur ini selain bisa mengganggu pengguna jalan lain, juga bisa memicu kecelakaan. Jika kamu ingin berpindah lajur, jangan lupa ya untuk menyalakan lampu isyarat dan perhatikan pula jarak dengan kendaraan lain.

 

Bahu jalan bukan untuk mendahului

Seperti yang sudah dibahas, biasanya jalan tol memiliki tiga lajur. Jika ada satu lajur paling ujung dekat dengan pembatas, itu adalah bahu jalan. Bahu jalan ini memang suka disalah gunakan untuk menyalip atau mendahului kendaraan lain. Padahal fungsinya adalah untuk kendaraan yang mengalami kondisi darurat, seperti ada masalah pada kendaraan atau kecelakaan. Bahkan untuk istirahat saja tidak dianjurkan, karena pihak pengelola jalan tol sudah menyiapkan rest area atau tempat beristirahat bagi pengemudi yang mengantuk atau lelah. 

 

Menjaga jarak aman

Tips mengemudi aman berikutnya adalah menjaga jarak antar kendaraan satu dengan kendaraan lain. Bisa dikatakan bahwa tidak menjaga jarak aman ini adalah salah satu pemicu kecelakaan pada jalan tol. Untuk jarak aman, setidaknya ada jeda tiga detik dengan pengemudi di depannya. Mengapa tiga detik? Karena jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, pengemudi bisa menghindar dalam waktu tiga detik.

 

Siapkan kartu uang elektronik (kartu pembayaran tol)

Syarat utama untuk bisa menggunakan tol ialah membayar menggunakan kartu uang elektronik. Kartu tentunya harus terisi saldo yang cukup agar kamu bisa keluar masuk tol dengan tenang. Karena pasti kamu pernah melihat, kan, beberapa pengemudi kehabisan saldo sehingga harus keluar dari mobil untuk meminjam kartu tol mobil belakangnya agar ia bisa masuk tol? Supaya hal itu tidak terjadi, pastikan saldo penuh dan sebaiknya punya dua kartu sebagai cadangan jika kartu sebelumnya bermasalah. Agar tidak hilang, letakkan di tempat yang mudah dijangkau.

 

Jika kamu ingin memiliki kartu cadangan atau mengganti kartu yang lama, BRI mengeluarkan kartu uang elektronik bernama BRIZZI. Kartu BRIZZI ini dapat menjadi pengganti uang tunai untuk berbagai transaksi yang kamu lakukan. Dilengkapi dengan teknologi RFID alias Radio Frequency Identification yang membuat kamu hanya perlu menempelkan kartu atau tap in BRIZZI pada mesin pembaca di pintu tol, sehingga transaksi bisa langsung terproses dengan baik. Gampang dan praktis, kan?

 

Yuk, miliki kartu BRIZZI agar hidup kamu lebih mudah. Kamu bisa dapatkan BRIZZI di kantor cabang BRI terdekat, minimarket, stasiun kereta, halte Transjakarta, vending machine khusus kartu uang elektronik, sales representatif BRIZZI pada gerbang tol tertentu, dan juga pada marketplace online

 

Semoga perjalanan kamu aman dan menyenangkan! Dan tidak lupa untuk cara praktis top up saldo dan update saldo BRIZZI via aplikasi BRImo, Install sekarang aplikasi BRImo.