Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

8 Fakta Tentang BPJS Kesehatan yang Penting untuk Menambah Wawasanmu

8 Fakta Tentang BPJS Kesehatan yang Penting untuk Menambah Wawasanmu

2021-08-30 11:36:51

Kesehatan merupakan hal penting bagi semua orang. Itulah sebabnya kamu harus menjaga kesehatan secara telaten supaya selalu produktif dan semangat beraktivitas. Manfaat kesehatan tak hanya penting bagi individu. Pemerintah juga fokus mendukung kesehatan masyarakat karena masyarakat yang sehat adalah modal utama untuk membangun kesejahteraan negeri.

Kesadaran tentang pentingnya kesehatan membuat pemerintah berinisiatif memperbaiki sistem proteksi kesehatan di tanah air. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui kehadiran lembaga BPJS Kesehatan yang beroperasi di Indonesia sejak 1 Mei 2014. Ingin tahu lebih banyak info seputar BPJS Kesehatan? Yuk, simak dulu ulasan fakta selengkapnya berikut ini!

BPJS Kesehatan Dikelola PT Askes

PT Askes bukanlah nama yang asing di Indonesia. Sejak tahun 1992, PT Askes telah memfasilitasi perlindungan kesehatan bagi karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program Askes Komersial.. Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), PT Askes berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemerintah mempercayakan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin (PJKMM) pada BPJS Kesehatan mulai tahun 2005. Dana iuran dan hasil pengembangan BPJS Kesehatan dikembalikan kepada peserta dengan tujuan membiayai peningkatan manfaat jaminan sosial.

Menanggung Lebih dari 155 Jenis Penyakit

Manfaat proteksi yang diberikan BPJS Kesehatan tak kalah dengan asuransi swasta. Bahkan, BPJS Kesehatan menanggung hampir semua jenis penyakit, termasuk penyakit kronis seperti gangguan jantung, kanker, hipertensi, stroke, diabetes tipe 1 dan 2, tumor, asma, sirosis hepatitis, thalasemia, bronkitis, tuberkulosis, dan lainnya. Selain itu, BPJS juga menanggung berbagai tindakan operasi, seperti operasi jantung, caesar (dengan riwayat penyakit berdasarkan catatan dokter kandungan), kista, bedah mulut, usus buntu, mata, empedu, kanker, kelenjar getah bening, penggantian sendi lutut, tubektomi, dan lain sebagainya.

Menganut Pola Rujukan Berjenjang

Masih banyak orang yang merasa bahwa prosedur BPJS Kesehatan terbilang rumit dan menyita waktu. Faktanya, BPJS Kesehatan memang menganut pola rujukan berjenjang sehingga pesertanya tidak bisa memeriksakan diri secara sembarangan pada fasilitas kesehatan. Pertama, kamu harus memeriksakan diri di puskesmas, klinik, atau praktik dokter perorangan yang bekerja sama dengan BPJS (disebut faskes I). Kamu juga tak bisa sembarangan memilih faskes I karena setiap faskes I peserta sudah diatur berdasarkan domisili. Namun, kamu bisa memindahkan faskes I sesuai kebutuhan (misalnya faskes I yang baru lebih dekat dengan tempat tinggalmu) melalui aplikasi Mobile JKN. Jika faskes I tidak sanggup mengobati penyakitmu, maka kamu akan mendapat rujukan ke faskes yang tingkatannya lebih tinggi (biasanya rumah sakit). 

Ada Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Walaupun BPJS Kesehatan memproteksi hampir semua jenis penyakit, ternyata beberapa penyakit dan kondisi kesehatan ini tidak tergolong mendapatkan perlindungan:
- Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.
- Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri, misalnya percobaan bunuh diri.
- Pelayanan kesehatan untuk mengatasi infertilitas atau gangguan kesuburan.
- Pelayanan meratakan gigi (ortodontik), misalnya menggunakan behel.
- Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu.
- Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah, termasuk Covid-19.
- Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik, misalnya operasi meniruskan rahang.
- Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan (kecuali dalam keadaan darurat).
- Pelayanan kesehatan dalam rangka bakti sosial.
- Pelayanan kesehatan untuk kejadian yang tak diharapkan dan dapat dicegah (kesalahan/kelalaian penatalaksanaan medis).
- Cedera, gangguan kesehatan, atau penyakit yang timbul akibat kejadian yang bisa dicegah, contohnya luka akibat tawuran.
- Rehabilitasi akibat ketergantungan obat-obatan terlarang (narkoba).
- Upaya pengobatan alternatif di luar prosedur medis yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Tiga Penyakit yang Paling Menyita Pembiayaan BPJS Kesehatan 

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief menyatakan bahwa penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker merupakan gangguan kesehatan yang paling menyita pembiayaan BPJS Kesehatan sejak periode 2018. Ketiga gangguan tersebut tergolong penyakit katastropik, yaitu penyakit yang proses perawatannya membutuhkan keterampilan khusus, dukungan fasilitas kesehatan canggih, dan pelayanan kesehatan seumur hidup

Data Branch Office Application (BOA) BPJS Kesehatan menyatakan bahwa penyakit jantung menjadi gangguan kesehatan nomor satu yang menelan pembiayaan BPJS Kesehatan dengan tingkat prevalensi mencapai 48%. BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya hingga 10,5 triliun rupiah untuk mengatasi 12,5 juta kasus penyakit jantung di tanah air pada tahun 2018. 

Kepuasan Terhadap Layanan BPJS Kesehatan Terus Meningkat

Pelayanan BPJS Kesehatan memang masih mendapat keluhan dari masyarakat di tanah air karena dianggap berbelit-belit dan menyulitkan. Kendati demikian, tingkat kepuasan terhadap layanan BPJS Kesehatan ternyata terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 , tingkat kepuasan hanya berkisar di angka 65%. Jumlah tersebut meningkat menjadi 76,2% di tahun 2016 dan 80% pada tahun 2017. Di masa depan, BPJS Kesehatan mengharapkan tingkat kepuasan masyarakat dapat meningkat hingga menyentuh angka 95%. Tentu saja peningkatan kepuasan tersebut sangat dipengaruhi peningkatan layanan BPJS Kesehatan.

Pencapaian Peserta Lebih Cepat Dibandingkan Negara Lain

Fasilitas yang disediakan BPJS Kesehatan berhasil mewujudkan jumlah pencapaian peserta sebanyak lebih dari 180 juta jiwa dalam kurun waktu 3 tahun. Pencapaian tersebut terbilang sangat cepat dibandingkan negara lain. Salah satu contohnya adalah Jerman yang butuh waktu 127 tahun untuk meraih kepesertaan 85% (80,6 juta peserta) dan Belgia yang butuh waktu 118 tahun untuk mencapai 100% kepesertaan jaminan kesehatan. 

Proses Pembayaran Iuran yang Sangat Praktis

Pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang pertama harus dilakukan di bank karena kamu juga wajib melakukan aktivasi akun BPJS Kesehatan. Selanjutnya, cara bayar BPJS Kesehatan tidak harus dilakukan di bank atau melalui loket pembayaran khusus di kantor cabang BPJS Kesehatan. Ada berbagai metode pembayaran yang praktis dan bebas kamu pilih, mulai dari cara bayar BPJS Kesehatan online maupun offline sebagai berikut:
- Via minimarket (Alfamart dan Indomaret).
- ATM BRI, BNI, BTN, BCA, dan Bank Mandiri.
- Kantor Pos.
- Situs e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan BukaLapak.
- Loket pembayaran multitagihan.
- Dompet digital, seperti OVO dan Gopay.

Kalau kamu punya aplikasi BRImo, kamu bisa mencoba cara bayar BPJS Kesehatan online dengan mengikuti beberapa langkah berikut ini:
1. Login ke aplikasi BRIMO
2. Pilih BPJS
3. Pilih sumber dana (Jika rekening BRI Anda lebih dari satu)
4. Masukkan nomor pembayaran dan pilih masukkan baru atau pilih daftar simpan jika nomor pembayaran sudah Anda simpan sebelumnya. Kode pembayaran BPJS kesehatan adalah:
- 88888 + 11 digit nomor kartu BPJS untuk iuran yang tidak terlambat
- 88881 + 11 digit nomor kartu BPJS untuk keterlambatan pembayaran.
- Cara memasukkan nomor pembayaran: buang 2 angka pertama nomor BPJS yang tertera di kartu BPJS, sehingga yang Anda masukkan hanya 11 angka saja yang diawali dengan kode 88888. Misalnya nomor peserta BPJS di kartu BPJS adalah 0002424001133, maka yang Anda masukkan ke kolom nomor pembayaran adalah 8888802424001133.
5. Pilih lanjut
6. Masukkan PIN

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, pastikan kamu selalu membayar BPJS Kesehatan tepat waktu agar bisa mendapatkan proteksi kesehatan maksimal. Kondisi finansial pun akan senantiasa terjaga bila kesehatan kamu sekeluarga dilindungi BPJS Kesehatan. Sudahkah kamu bayar iuran BPJS Kesehatan bulan ini?