Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Yuk, Pelajari Apa Saja Kesalahan dalam Manajemen Keuangan Pribadi!

Yuk, Pelajari Apa Saja Kesalahan dalam Manajemen Keuangan Pribadi!

2021-03-03 18:36:30

Punya penghasilan lumayan, tidak serta merta langsung membuat kamu jadi kaya raya, lho. Karena yang paling penting adalah kemampuan mengatur manajemen keuangan pribadi kamu sendiri. Skill ini bisa mengubah kondisi finansial kamu menjadi jauh lebih baik dan kamu juga hidup lebih tenang. Bagaimana caranya?

Cara paling pertama adalah dengan menjauhi kesalahan dalam mengatur keuangan pribadi. Ya, ada beberapa kesalahan yang terlihat sepele namun bisa merusak keuangan kamu, lho. Tentunya harus kamu hindari dan memperbaiki sesegera mungkin. Memang, apa saja sih kesalahan dalam manajemen keuangan pribadi?

Mudah tergoda diskon

Diskon, promo, sale, dan semua jebakan marketing tersebut menjadi kesalahan utama dalam mengatur keuangan pribadi. Sebut saja, diskon hari belanja nasional, promo akhir bulan, sale saat pergantian tahun, promo buy 3 get 1 free, hingga gratis ongkos kirim pada nominal pembelian tertentu, membuat kamu tertarik untuk berbelanja, kan? Dibalik belanja yang terkesan untung, pada nyatanya tidak semua promo tersebut memberikan keuntungan, lho. Karena promo dan diskon tersebut justru akan memancing kamu untuk membeli barang yang tidak diperlukan. Alhasil, alih-alih mau berhemat, kondisi keuangan menuju melarat.

Malas menabung

Menabung seringkali bukan prioritas anak muda. Apalagi yang memiliki motto hidup, YOLO atau You Only Live Once (hidup hanya sekali). Mumpung hidup hanya sekali, mereka cenderung menghabiskan uangnya untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan dan tidak murah. Padahal jika mindset-nya diubah, bisa menjadi, “Mumpung hidup hanya sekali, mengapa tidak ditabung untuk masa depan?” Ingat, semakin bertambah usia, semakin bertambah pula kebutuhan yang harus kamu penuhi.

Mencicil kartu kredit dengan pembayaran minimum

Banyak sekali yang beranggapan di usia muda sudah punya kartu kredit di dompet adalah suatu hal yang keren. Padahal jika dilihat lagi, tandanya sejak muda sudah terbiasa berhutang, kan? Memiliki kartu kredit sebetulnya baik, jika digunakan dengan benar dan bertanggung jawab. Nah, salah satu cara penggunaan kartu kredit yang bisa merusak manajemen keuangan pribadi adalah dengan mencicil pembayaran minimum. Mengapa? Karena bunga yang dibebankan bisa berkali lipat lebih tinggi per bulannya. Bunga tersebut tidak dihitung berdasarkan sisa tagihannya, namun dari nilai total transaksi yang terhutang.

Tidak mulai berinvestasi

Kata siapa investasi hanya untuk orang tua dan orang kaya saja? Anak muda yang baru lulus pun bisa berinvestasi asalkan mau melakukannya. Masalahnya, cukup banyak yang berpikir bahwa investasi saat sudah memasuki keuangan yang stabil atau ketika sudah tua saja. Padahal, jika berinvestasi sejak dini, manfaatnya akan jauh lebih besar dibanding berinvestasi nanti, lho.

Berhutang untuk keinginan konsumtif

Pernah terbersit keinginan untuk beli smartphone seri terbaru, computer gaming tercanggih, atau liburan mewah ke luar negeri dengan cara berhutang? Berhutang di sini tidak hanya meminjam uang kepada teman, orangtua, atau teman saja, lho. Tetapi juga meminjam kepada bank alias kartu kredit. Jika sebatas meminjam saja lalu dibayarkan dengan segera, tentu akan aman. Namun jika meminjam dan tidak tahu kapan akan dibayarkan, itu yang bahaya. Kebiasaan ini bukan hanya akan berbahaya pada keuangan saja, tetapi juga pada pribadi kamu sendiri. Karena tanpa disadari, kamu akan terbiasa mempunyai gaya hidup yang di atas kemampuanmu. Nah, jika beli barang tersier yang hanya memuaskan penampilan saja sudah berhutang, bagaimana dengan kebutuhan utama dan prioritas keuangan lainnya?

Tidak mempunyai rencana keuangan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi pada manajemen keuangan pribadi adalah tidak adanya rencana keuangan. Rencana keuangan tidak hanya berlaku untuk mereka yang berbisnis saja, tetapi juga untuk keuangan pribadi kita. Meskipun terlihat sepele, namun jika kamu telaten mengikuti rencana yang sudah dibuat, hal ini berdampak besar sekali untuk pengaturan keuangan kamu. Jadi, rencana keuangan akan memastikan bahwa uang yang kamu miliki akan terpakai sesuai dengan prioritas yang sudah dibuat. Jika sebelumnya kamu bingung mengapa gaji cepat sekali habis, dengan rencana keuangan yang tepat, kamu bisa melihat kemana saja hasil kerja keras bulananmu pergi.

Ada banyak cara mengatur keuangan pribadi yang bisa kamu coba. Bahkan beberapa cara berikut sudah dipraktikkan oleh miliarder dunia untuk mengatur keuangannya. Penasaran seperti apa? Yuk, simak di bawah berikut!

Hidup sederhana

Pola hidup yang boros pasti akan membuat kondisi keuangan kamu tidak stabil. Ingat kata pepatah, “hemat pangkal kaya”, kan? Jadi, yuk mulai hari ini ubah kebiasaan hidup boros dan hedon menjadi kebiasaan yang lebih positif seperti menabung. Memang tidak mudah, tetapi tidak ada yang tidak mungkin, kok. Tahan keinginan untuk membeli barang yang tidak perlu. Jika kamu berbelanja di marketplace, taruh barang yang kamu inginkan ke dalam wishlist, bukan keranjang belanja. Tunggu hingga seminggu kemudian lalu lihatlah apakah kamu masih membutuhkan barang tersebut, apakah barang tersebut kamu inginkan hanya karena promo saja, dan apakah barang tersebut kamu butuhkan dalam waktu cepat atau bisa dibeli nanti saja? Masukkan semua pertanyaan itu pada tiap barang yang ingin kamu beli. Dengan melatih diri seperti itu, yakin deh, kamu bisa menahan keinginan untuk hidup boros dan mengalihkannya pada keinginan untuk menabung.

Menabung dengan cara auto debit

Cara ini cocok untuk kamu yang memiliki pendapatan tetap tiap bulannya. Buat tabungan dengan sistem auto debit. Jadi tiap bulan dana kamu akan diambil untuk ditabung secara otomatis. Samakan tanggal penarikan dana dengan hari gajian kamu agar tidak keburu habis. Strategi ini dipraktikkan oleh Grant Sabatier, kreator Millennial Money. Ia berhasil mengumpulkan pundi-pundi hingga belasan miliar dalam kurun waktu lima tahun dengan menabung via auto debit. Keren, ya!

Mulai berinvestasi sejak dini

Investasikan uang kamu hanya di instrumen yang aman dan terpercaya. Untuk pemula, investasi dalam bentuk reksadana atau emas cukup mudah untuk dilakukan. Dulu ada anggapan investasi saham hanya untuk mereka yang memiliki modal sangat besar agar saat rugi, tidak terlalu menyesakkan. Tapi kini kamu pasti sering lihat di media sosial, kaum muda mulai minat bermain saham. Satu lot saham bisa dibeli dengan harga Rp 100.000 saja atau bahkan kurang dari itu. Jadi siapapun bisa memiliki saham, asalkan memahami seluk beluk dunia saham dengan baik, tidak berhutang atau meminjam modal untuk memulai saham, dan cermat memilih sekuritas yang memiliki rekam jejak bagus.

Catat pengeluaran dan pemasukan

Catatan ini nantinya bisa menjadi tolok ukur kebiasaan kamu untuk mengendalikan uang dengan baik. Kalau kamu belum biasa mencatat pengeluaran tiap harinya, coba deh lihat aplikasi BRImo kamu. Di sana ada fitur yang bernama PFM yang akan memudahkan kamu.

PFM atau Personal Financial Management adalah fitur yang dapat memberikan kemudahan untuk mengelola keuangan kamu secara sederhana. Di dalam PFM, terdapat tiga tab, yaitu Pengeluaran, Pemasukan, dan Laporan. Tiap transaksi yang kamu lakukan pada aplikasi, akan otomatis tercatat di data Pengeluaran. Kamu pun juga bisa kok menambahkan pengeluaran secara manual di data Pengeluaran. Begitu pula dengan data Pemasukan, kamu bisa melakukan input manual di sana. Nah, data Pengeluaran dan Pemasukan bisa kamu lihat rekapnya di tab Laporan. Mudah dan praktis, kan? Kamu tidak perlu lagi ribet mengatur keuangan pribadi, deh.

Yuk, install sekarang BRImo dan dapatkan kemudahannya!