Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Usia Muda Bisa Punya Rumah Pribadi? Mengapa Tidak?

Usia Muda Bisa Punya Rumah Pribadi? Mengapa Tidak?

2021-03-04 10:35:32

Adanya pandemi memang bisa membuat banyak usaha gulung tikar karena sudah tidak bisa lagi bertahan di situasi ini. Tapi ternyata momen ini justru memunculkan banyak sekali UMKM baru yang mencoba peruntungannya melalui media sosial dan berhasil membangkitkan ekonomi yang sedang terpuruk. Dampak positif media sosial pun makin terasa dengan adanya keberhasilan para UMKM ini.

 

Media sosial memang banyak memberikan manfaat untuk kita. Selain sebagai sarana komunikasi, media sosial juga bisa digunakan sebagai wadah berjualan yang pas untuk UMKM. Memang apa saja manfaatnya? Kita bahas satu persatu, yuk!

 

Biaya lebih efektif

Salah satu alasan utama mengapa media sosial banyak dilirik oleh pelaku UMKM adalah karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak jika beriklan di media tradisional. Hanya cukup mendaftar dan membuat akun gratis, kamu bisa mulai berjualan. Biaya akan keluar jika kamu menggunakan jasa admin sosial media, ads pada semua platform, dan pembuatan konten yang terstrategi. Tapi tenang saja, walaupun ada biaya yang keluar, jumlahnya tidak banyak, kok.

 

Bisa berinteraksi dengan konsumen

Media sosial bisa menjadi tempat yang tepat sebagai sarana memasarkan produk, karena memungkinkan untuk berinteraksi langsung dengan calon pembeli. Pada media sosial, kamu bisa membuat pesan yang sesuai dengan kepribadian target pembeli. Hasilnya akan jauh berbeda kalau kamu memanfaatkan media iklan tradisional seperti TV atau radio. Harganya tidak ramah di kantong UMKM, komunikasinya pun hanya satu arah. Dengan komunikasi via media sosial, kamu bisa mengetahui insight penting berdasarkan komentar atau pertanyaan yang ditinggalkan di postingan kamu.

 

Word of Mouth terbaik

Di dalam dunia periklanan, word of mouth atau getok tular adalah media beriklan yang paling tua namun cukup efektif. Jika ada orang yang dipercaya menggunakan suatu produk, kamu tentu akan lebih yakin dengan kualitas produk tersebut dibandingkan jika produk itu diiklankan melalui media massa seperti TV. Word of mouth ini kini kerap digunakan oleh para KOL (Key Opinion Leader) atau influencer untuk memasarkan produk berdasarkan review mereka. Dampak positif media sosial bisa dilihat dari pertumbuhan jumlah influencer yang sangat banyak dan bervariasi.

 

Dapat terhubung dengan bisnis lain

Media sosial memungkinkan kamu untuk bertemu dengan sesama pelaku bisnis lain. Bisa jadi bisnis tersebut menjadi distributor barang kebutuhan jualan kamu. Misalnya, kamu memiliki usaha kue. Dengan berinteraksi aktif di media sosial, kamu bisa saja menemukan penyedia dus kue yang premium, penjual peralatan membuat kue, hingga chef yang memiliki trik menarik seputar kue. Hal ini bisa menguntungkan buatmu karena bisa menunjang bisnis sekaligus menambah lingkup target market yang baru. Kamu bisa memancing dengan post yang men-tag chef mengatakan bahwa kamu telah mencoba resepnya. Nanti chef tersebut akan merepost dan follower chef tersebut akan melihat lalu berkunjung ke laman toko online kamu. Sederhana tapi efeknya cukup bagus, lho! 

 

Beda platform, beda target audience

Siapa sih yang tidak tahu Instagram, Twitter, Facebook, YouTube, Pinterest, hingga TikTok? Semua platform ini masih memiliki pesonanya sendiri dan tentu target audience yang tidak sama. Jika kamu mempunyai suatu merek, akan berbeda hasilnya jika ditaruh di Instagram dan Twitter walau produknya sama. Perlu analisis mengenai demografi konsumen agar kamu lebih mudah menyesuaikan konten mana yang paling tepat untuk diiklankan di suatu platform.

 

Sebelum mulai menganalisis demografi konsumen, sebaiknya kamu ketahui dulu jenis usaha apa yang kamu lakukan, apakah B2B (Business to Business), B2C (Business to Consumer), atau retail. Lalu baru temukan karakteristik konsumen melalui analisis demografi yang mendetail. Jika sudah mendapatkan datanya, kamu bisa pilih beberapa platform favorit berikut yang sesuai dengan kepribadian konsumenmu.

 

Facebook

Media sosial ini masih cukup sering digunakan untuk berbisnis dan cukup efektif baik untuk pelaku bisnis B2B dan B2C. Di Facebook, kamu bisa menggunakan fitur Facebook Ads yang dijalankan melalui algoritma tersendiri. Nantinya iklan produk kamu akan muncul sesuai target yang telah ditentukan.

 

Instagram

Saat ini, Instagram ramai dengan segala jenis usaha, terutama berjenis B2C. Instagram juga memiliki pengguna terbanyak dengan beragam influencer yang bisa mempromosikan produk jualan kamu dengan harga jasa yang beragam. Cocok sekali untuk kamu yang mempunyai usaha di bidang FnB (makanan dan minuman), kesehatan, kecantikan, dan gaya hidup.

 

Twitter

Walau ketenarannya sedikit meredup di bawah Instagram, tetapi Twitter memiliki pengguna yang loyal. Jika ingin menggunakan platform Twitter, kamu wajib untuk bisa membuat copy atau tulisan yang menarik dan juga aktif untuk menggiring obrolan. Semakin banyak pengguna yang membahas konten produk kamu, tentu akan sangat mudah mempromosikannya.

 

TikTok

Media sosial ini terkenal sebagai media tempat mengekspresikan diri anak muda dengan berbagai tantangan seperti joget, menyanyi, games, dan lainnya. Nah, kini banyak brand yang tertarik untuk menggunakan TIkTok sebagai sarana promosinya. Misalnya dibuat tantangan yang menarik orang untuk ikutan. 

 

Nah, jika sudah menemukan mana media sosial yang tepat, kini saatnya perhatikan beberapa tips yang tepat dan menguntungkan kamu sebagai pelaku bisnis UMKM. Apa saja?

 

Jangan gunakan kampanye negatif kepada kompetitor

Yup, sudah bukan zamannya lagi bersaing tidak sehat dengan cara menjelek-jelekkan produk kompetitor. Karena jika kamu terlihat menjelek-jelekkan produk lain, justru produkmu yang akan “diserang” oleh netizen karena menggunakan teknik marketing yang tidak sehat. Santai saja menghadapi persaingan karena justru akan membuat kita lebih kreatif.

Akrabkan diri dengan konsumen

Jangan lupa untuk selalu membangun interaksi yang baik dengan semua followers brand kamu. Respon semua bentuk interaksi dari followers, mulai dari pertanyaan, pujian, hingga kritik dengan waktu cepat. Jika semua bentuk interaksi tersebut dibalas dengan cepat, maka nilai engagement kamu akan naik dan memungkinkan sentimen positif datang ke brand kamu.

 

Permudah layanan dengan transfer

Untuk mempermudah transaksi online, jangan lupa gunakan transfer. Memang kini masih ada yang menggunakan sistem COD (Cash on Delivery) untuk berbelanja. Tetapi demi meminimalisir risiko penyebaran virus Covid-19, maka sebaiknya persiapkan dana di dalam dompet digital. Contohnya pada aplikasi BRImo, kamu akan menemukan fitur transfer yang akan mempermudah hidup. Jika ada barang kebutuhan jualan kamu yang ingin dibeli secara online, kamu dapat mentransfer dana kepada sesama rekening BRI atau ke rekening bank lain dengan cepat dan praktis. Buat para pengguna baru, cara transfernya cukup mudah, kok. Pilih fitur transfer pada halaman utama aplikasi, lalu pilih bank tujuan beserta nomor rekening atau nama alias rekening yang dituju. Masukkan juga nominal transfer dan pilih sumber dana yang akan dilakukan. Terakhir jika sudah benar datanya, sistem akan meminta untuk memasukkan PIN pada akhir transaksi. 

 

Tak hanya itu, pada fitur transaksi, kamu bisa mengetahui apakah transaksi yang dilakukan sudah berhasil atau gagal. Lalu pada transfer yang ditujukan untuk rekening bank lain, akan ditampilkan halaman pending transaksi dan kamu bisa mengecek status transaksi yang dilakukan. Jika sudah selesai, aplikasi BRImo akan menampilkan halaman bukti transaksi yang nantinya bisa kamu kirim kepada penjual. Mudah, cepat, praktis, dan pastinya aman, kan? Install BRImo sekarang dan permudah tranfer keuangan bisnis Anda !