Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Tips Naik MRT Jakarta yang Aman dan Nyaman untuk Pemula

Tips Naik MRT Jakarta yang Aman dan Nyaman untuk Pemula

2021-03-03 18:46:59

Walau sudah berjalan sekitar dua tahun, tetapi masih cukup banyak orang yang belum pernah merasakan naik MRT Jakarta. Kamu salah satunya?

Kalau kamu belum pernah naik MRT Jakarta dan penasaran mau merasakan pengalamannya, ada beberapa tata cara seputar naik MRT serta tips aman dan nyaman naik MRT saat pandemi. Siap untuk keliling Jakarta dengan MRT? Simak tata caranya dulu, yuk!

Pilih stasiun yang dituju

Saat ini ada 13 stasiun MRT Jakarta yang sudah beroperasi, mulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Pastikan pilih stasiun yang terdekat dari posisi kamu. Misalnya kamu sedang berada di Melawai ingin menuju Bundaran HI, pastikan kamu pilih stasiun MRT Blok M. Selain akan mempermudah akses, pemilihan stasiun terdekat akan memengaruhi tarif MRT yang dikeluarkan.

Miliki kartu akses

Untuk naik MRT Jakarta, kamu perlu kartu akses berupa kartu uang elektronik atau kartu jelajah MRT. Kartu uang elektronik kini sudah banyak diterbitkan oleh beberapa bank, salah satunya Bank BRI. Untuk kartu jelajah MRT, terdapat dua kartu yaitu Single Trip dan Multi Trip. Perbedaannya pada Single Trip, kamu mempunyai masa waktu selama 7 hari setelah pembelian lalu wajib dikembalikan untuk mendapat uang refund. Sedangkan Multi Trip tidak memiliki batas waktu penggunaan.

Tap in dan antre sesuai garis

Setelah memiliki kartu akses, kamu bisa tap in kartu tersebut pada mesin otomatis. Jangan lupa cek saldo dulu ya, karena kamu tidak bisa masuk jika saldonya tidak cukup. Setelah berhasil masuk, antre pada garis sambil menunggu kereta. Di sana terdapat dua garis di dekat pintu masuk otomatis, yaitu berwarna kuning dan hijau. Garis kuning berfungsi sebagai batas antrean penumpang yang akan masuk ke dalam kereta. Sedangkan garis panah hijau berfungsi sebagai tanda untuk penumpang yang akan keluar kereta. Jadi jangan sampai salah mengantre di garis panah hijau, ya.

Patuhi aturan MRT Jakarta

Mirip dengan Commuter Line dan Transjakarta, kamu tidak diperbolehkan untuk makan dan minum di dalam kereta agar aromanya tidak mengganggu penumpang lain. Juga selalu utamakan kursi prioritas bagi ibu hamil, penumpang disabilitas, dan lansia. Jika kamu kebingungan seputar rute, kartu akses, atau arah pintu keluar, jangan ragu untuk bertanya pada petugas MRT Jakarta.

Sejak 11 Februari 2021, pihak MRT Jakarta memberlakukan jam operasional kereta mulai pukul 05.00 hingga 22.00 pada hari Senin – Jumat dengan selang waktu keberangkatan lima menit pada jam sibuk (07.00 sampai 09.00) dan 10 menit di luar jam sibuk. Sedangkan saat akhir pekan, jam operasionalnya dimulai pukul 06.00 hingga 20.00. Untuk jumlah penumpang pun dibatasi sekitar 62-67 orang per gerbong. Jadi satu rangkaian kereta hanya boleh mengangkut sekitar 390an penumpang. Langkah ini diambil untuk mendukung PPKM di Jakarta agar bisa menahan laju penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Jika sudah memahami tata caranya, kini kamu perlu mengetahui tips naik MRT Jakarta dengan aman dan nyaman. Seperti apa tipsnya? Yuk, simak di bawah ini ya!

Patuhi protokol kesehatan

Tips paling pertama yang wajib kamu penuhi adalah mematuhi protokol kesehatan. Tiap stasiun MRT diberlakukan wajib penggunaan masker dan pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang. Ketika di dalam kereta, kamu juga harus selalu menjaga jarak aman antar penumpang. Jumlah penumpang dalam satu rangkaian kereta sebanyak 390 orang, jadi kamu tetap bisa kok, menjaga jarak dengan yang lain. Jangan lupa juga untuk selalu cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah naik keretanya. Jika kamu lebih mengutamakan cuci tangan, di stasiun ada fasilitas cuci tangan portable atau bisa juga menggunakan toilet stasiun.

Hindari kerumunan

Supaya kamu tidak mengantre berdesak-desakan dengan penumpang lain, pihak MRT Jakarta sudah memasang stiker marka di bagian peron sampai kereta yang wajib dipatuhi penumpang. Lalu untuk menghindari kerumunan penumpang, pada pintu masuk dan keluar di semua stasiun MRT sudah diatur supaya tidak saling berpapasan. Jadi aman terhindar dari orang banyak.

Bawa peralatan ibadah pribadi

Setelah bepergian menggunakan MRT, mungkin kamu belum sempat beribadah dan waktunya mepet untuk beribadah di rumah. Di tiap stasiun MRT disediakan mushola untuk kamu yang ingin beribadah dengan nyaman. Tapi jangan lupa untuk menggunakan peralatan ibadah seperti sajadah, sarung, dan mukena yang kamu miliki, ya. Hindari meminjam peralatan ibadah orang lain jika ingin terhindar dari virus.

Tidak berbicara di dalam MRT

Ketika MRT baru launching, mungkin semua orang menikmati dengan mengobrol satu sama lain atau menelepon menggunakan smartphone di dalam kereta. Nah, kini penumpang diimbau untuk tidak berbicara dan tidak melakukan percakapan menggunakan smartphone agar tidak mengeluarkan droplet. Memang banyak penumpang yang tidak mematuhi ini, tetapi jika mau aman, yuk kita patuhi saja demi kesehatan bersama.

Gunakan kartu uang elektronik sendiri

Pihak MRT Jakarta memang mengeluarkan kartu Single Trip dan Multi Trip untuk penumpang MRT. Tapi akan lebih aman dan mudah jika kamu memiliki kartu uang elektronik sendiri. Selain selalu ada di jangkauan kamu, kamu juga tidak perlu mengantre di loket MRT atau Ticket Vending Machine untuk mendapatkan kartu MRT. Dengan kartu uang elektronik milikmu sendiri, tentu bahaya terjangkit virus bisa diminimalisir, kan?

Buat kamu yang belum memiliki kartu uang elektronik, BRI mengeluarkan kartu uang elektronik bernama BRIZZI. Pasti kamu sudah sering dengar, kan? Nah, BRIZZI ini dapat menjadi pengganti uang tunai untuk berbagai transaksi yang kamu lakukan. Misalnya seperti naik MRT atau membeli barang kebutuhan di minimarket. Kartu uang elektronik ini dilengkapi dengan teknologi RFID alias Radio Frequency Identification yang membuat kamu hanya perlu menempelkan kartu pada mesin pembaca sehingga transaksi bisa langsung terproses dengan baik.

Selain untuk membayar tarif naik MRT dan membeli barang di minimarket, BRIZZI juga bisa kamu gunakan pada tempat yang memiliki logo BRIZZI. Misalnya untuk membayar tol (Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, dan lainnya), pembayaran bensin di SPBU, pembayaran parkir, hingga membeli tiket masuk wahana hiburan.

Kalau kamu selalu pakai kartu BRIZZI untuk semua transaksi di atas, tentu kamu perlu tahu ada berapa sisa saldo di dalam kartu. Ada dua cara yang bisa kamu lakukan, yaitu dengan mengecek di ATM BRI atau melalui aplikasi BRImo. Nah, cara yang paling simpel adalah dengan melalui aplikasi. Caranya gimana?

Pertama, pastikan smartphone kamu memiliki fitur NFC (Near Field Communication) dan mengunduh BRImo terlebih dahulu. Setelah aplikasi terpasang, pilihlah menu BRIZZI. Lalu pilih menu Info Saldo dan tempelkan kartu pada bagian belakang smartphone kamu hingga muncul informasi saldonya. Semudah itu dan secepat itu, kan?

Yuk segera beralih ke BRIZZI supaya hidup kamu lebih mudah. Bagaimana cara mendapatkan kartunya? Gampang, kok. Kamu bisa dapatkan di kantor cabang BRI terdekat, minimarket, stasiun kereta, halte Transjakarta, vending machine khusus kartu uang elektronik, sales representatif BRIZZI pada gerbang tol tertentu, dan juga pada marketplace online.

Selamat naik MRT dengan nyaman dan aman! Jangan lupa install BRImo untuk memudahkan transaksi menggunakan BRIZZI ya!