Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Tips Mengurangi Pengeluaran Bisnis di Masa Pandemi

Tips Mengurangi Pengeluaran Bisnis di Masa Pandemi

2021-05-27 13:41:17

Pandemi bukan hanya membuat semua orang lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan. Lebih dari itu, pandemi juga menjadi tantangan tersendiri bagi kelangsungan seluruh sektor bisnis. Tak sedikit bisnis yang harus gulung tikar karena tak mampu bertahan melewati krisis akibat pandemi. Semoga bisnismu bisa terus bertahan meskipun krisis akibat pandemi belum berlalu, ya.

Salah satu tips bisnis yang patut kamu jalani selama masa pandemi adalah menghemat pengeluaran bisnis secara optimal. Pengeluaran bisnis yang terlalu boros bisa membuat kondisi bisnis mengalami kerugian hingga meningkatkan risiko bangkrut. Mulai sekarang, kamu harus mencoba beberapa tips mengurangi pengeluaran bisnis berikut ini supaya pengelolaan keuangan bisnis berlangsung lebih efisien dan efektif:

Menentukan Prioritas Bisnis

Menyusun kembali prioritas bisnis merupakan salah satu hal penting yang wajib kamu lakukan selama pandemi. Jangan sampai bisnismu tidak fokus hingga membuat pengeluaran jadi membengkak setiap bulan. Salah satu contohnya adalah menghentikan pasokan barang untuk daerah tertentu jika keuntungan yang dihasilkan tidak sebanding dengan waktu, biaya, dan tenaga yang dikeluarkan. Kamu mesti fokus membidik target bisnis yang lebih potensial sebagai prioritas sehingga bisnismu bisa tetap menghasilkan keuntungan besar.

Mencari Alternatif yang Biayanya Lebih Terjangkau

Tips bisnis untuk mengurangi pengeluaran di masa pandemi juga mencakup tentang alternatif yang biayanya lebih terjangkau. Misalnya, kamu berinisiatif mencari supplier bahan baku baru yang bisa menyiapkan material dengan harga lebih terjangkau dibandingkan supplier lama atau menggunakan versi software baru yang konsepnya jauh lebih praktis dan hemat energi daripada software lama. Jangan malas meluangkan waktu untuk mencari alternatif terbaik demi memaksimalkan upaya penghematan bisnis.

Mengurangi Jumlah Karyawan

Keputusan merumahkan karyawan memang berat untuk dilakukan. Namun, kamu harus memilih tindakan tersebut demi efisiensi bisnis. Nantinya, sebagian pengeluaran untuk gaji karyawan dapat dialokasikan untuk hal-hal lain yang lebih penting. Jangan lupa menyiapkan sejumlah hak karyawan jika kamu memutuskan untuk merumahkannya, ya. Ketika bisnismu kembali stabil, kamu bisa mencari karyawanmu dan mempekerjakannya kembali atau merekrut karyawan baru dengan kompetensi kerja yang lebih baik.

Memanfaatkan Marketplace untuk Meningkatkan Omzet Bisnis

Manfaat marketplace untuk mendukung peningkatan omzet bisnis memang tak perlu diragukan lagi. Kalau hingga saat ini kamu masih menjalankan bisnis secara konvensional, cobalah memanfaatkan keberadaan marketplace. Sekarang, banyak bisnis yang bisa meraih omzet fantastis melalui marketplace tanpa memiliki toko fisik. Mulailah dengan membuat toko online di marketplace dan aktif berinteraksi serta melayani pelanggan di marketplace tersebut. Jika kamu mengembangkan bisnis di marketplace secara telaten, niscaya toko online-mu akan semakin populer dan omzet bisnis pun akan meningkat drastis.

Mengeliminasi Produk atau Jasa yang Kurang Diminati

Salah satu tips bisnis yang sering diabaikan banyak orang adalah eliminasi produk atau jasa yang kurang diminati. Diversifikasi produk dan jasa memang penting agar bisnismu bisa membidik target dari berbagai kalangan. Namun, bukan berarti kamu harus memproduksi produk atau jasa yang kurang diminati secara terus-menerus. Di masa pandemi, alangkah lebih baik kalau kamu meniadakan produk atau jasa yang kurang diminati untuk memangkas biaya produksi. Sebagai gantinya, kamu harus fokus pada produk dan jasa yang populer atau berupaya mengembangkan produk dan jasa baru sesuai kebutuhan masyarakat.

Mempekerjakan Karyawan Freelance

Keberadaan karyawan freelance kini menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengurangi pengeluaran bisnis di masa pandemi. Karena karyawan freelance dibayar berdasarkan performa kerja yang dihasilkan. Di samping itu, mempekerjakan karyawan freelance juga lebih hemat karena kamu tidak perlu menyiapkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau bentuk insentif lainnya. Karyawan freelance yang sudah profesional memiliki kinerja yang lebih baik dan stabil dibandingkan karyawan tetap yang kurang kompeten.

Membuat Program Magang yang Menarik

Bukan hanya karyawan freelance yang dapat diandalkan untuk mendukung upaya penghematan bisnis. Kamu juga bisa membuat program magang yang menarik agar proses operasional bisnis bisa dibantu karyawan magang. Seorang karyawan magang yang profesional biasanya senang mempelajari hal-hal baru selama bekerja untukmu. Jangan malas membimbing karyawan magang agar mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Di samping itu, kamu juga mesti menyiapkan dana untuk mengapresiasi kinerja karyawan magang. Sampaikan saja bahwa kamu tidak ragu menjadi sumber referensi jika karyawan magang tersebut melamar kerja pasca menyelesaikan pendidikan.

Memaksimalkan Manfaat Media Sosial untuk Promosi Bisnis

Bujet bisnis yang terbatas di masa pandemi membuatmu harus lebih kreatif melakukan promosi bisnis tanpa mengeluarkan banyak biaya. Salah satu hal yang wajib kamu lakukan adalah memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin. Upaya promosi bisnis di media sosial akan berlangsung lancar kalau kamu melakukan beberapa hal ini:

  1. Membuat dan mengintegrasikan beberapa akun media sosial khusus bisnis, misalnya Instagram, Youtube, dan Tiktok.
  2. Mengunggah konten-konten menarik di media sosial untuk menarik perhatian warganet sekaligus meningkatkan jumlah followers.
  3. Memberikan informasi terbaru tentang promosi bisnis di media sosial, contohnya promo buy 1 get 1, diskon spesial harbolnas, dan diskon hari raya.
  4. Mencantumkan testimoni positif dari para pelanggan untuk meyakinkan warganet dan mendapatkan banyak pelanggan baru.
  5. Mengintegrasikan akun media sosial dengan marketplace untuk mempermudah warganet yang ingin berbelanja.

Menunda Keputusan Bisnis yang Tidak Mendesak

Keterbatasan bujet bisnis di masa pandemi membuatmu harus lebih cermat mengelola keuangan. Salah satu hal yang mesti kamu lakukan adalah menunda keputusan bisnis yang sifatnya tidak mendesak, misalnya:

  1. Membeli mesin produksi baru ketika mesin-mesin lama masih dalam kondisi baik.
  2. Membuka cabang bisnis di tempat yang kurang potensial.
  3. Menambah jumlah karyawan meskipun tidak terlalu membutuhkannya.
  4. Melakukan perjalanan bisnis yang kurang penting ke luar kota atau luar negeri.

Melakukan Proses Audit Secara Teratur

Keberhasilan melakukan penghematan bisnis selama pandemi juga tak lepas dari proses audit yang dilakukan secara teratur. Jadi, jangan lupa melakukan audit bisnis secara rutin. Amati pengeluaran dan pemasukan bisnis dengan seksama agar kamu bisa menemukan biang keladi penyebab pemborosan dalam bisnis. Setelah proses audit selesai, kamu dapat menentukan keputusan baru sesuai kondisi bisnismu.

Proses mengelola keuangan bisnis semakin praktis karena kini kamu bisa mengandalkan fitur Personal Financial Management (PFM) di aplikasi BRImo. Personal Financial Management (PFM) dapat menginformasikan jumlah pemasukan dan pengeluaran selama bertransaksi menggunakan channel BRI. PFM di aplikasi BRImo memuat rincian transaksi bisnis beserta tanggalnya secara detail yang dapat mencatat pengeluaran otomatis di BRImo sedangkan pendapatan Nasabah bisa dicatat dalam fitur Personal Financial Management (PFM) tersebut. Fitur tersebut akan mempermudah kamu mencatat anggaran bisnis sehingga kamu bisa menjaga kestabilan kondisi finansial bisnis secara mudah.

Jangan sampai bisnismu bermasalah karena pengelolaan keuangan yang kurang efektif, ya. Upaya mengurangi pengeluaran bisnis harus dimulai dari pencatatan laporan keuangan yang sistematis. Yuk, gunakan aplikasi BRImo agar seluruh transaksi bisnis dan pemantauan kondisi keuangan jadi semakin praktis.