Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Tips Berbagi Makanan Sahur dengan Sesama saat Pandemi

Tips Berbagi Makanan Sahur dengan Sesama saat Pandemi

2021-04-28 07:29:25

Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan keimanan sekaligus berbagi berkah dengan sesama. Bukan hanya ibadah pribadi yang harus ditingkatkan lho. Kepedulian terhadap sesama juga harus semakin besar. Belum terlambat kok kalau selama ini kamu merasa belum cukup berbagi rezeki dengan sesama. Kamu bisa memanfaatkan Ramadan tahun ini untuk berbagi berkah lebih banyak lagi, salah satunya dengan menggagas kegiatan sahur on the road.

Sahur on the road adalah aktivitas berbagi makanan sahur dengan sesama yang membutuhkan. Selain menjadi salah satu cara bersedekah yang baik, berbagi makanan sahur juga merupakan wujud solidaritas kepada sesama. Pandemi bukanlah halangan untuk berbagi rezeki saat sahur. Kamu bisa tetap melakukan kegiatan mulia tersebut dengan mengikuti tips-tips berikut ini:

Menghindari Konvoi saat Sahur On The Road

Banyak orang salah mengartikan sahur on the road sebagai kegiatan konvoi dengan kendaraan bermotor di jalan raya. Duh, jangan sampai kamu ikutan salah mengartikannya, ya. Kegiatan berbagi saat sahur sebaiknya dilakukan secara tenang tanpa memicu kegaduhan di jalan raya. Sebaiknya kamu dan teman-temanmu membagikan makanan sahur dengan cara berjalan kaki sehingga bisa menjangkau tempat yang agak terpencil dan sulit dilalui kendaraan bermotor. Tak hanya menjaga ketenangan pada dini hari, cara berbagi yang tepat juga penting untuk mencegah timbulnya kerumunan di masa pandemi. Jangan lupa ya kalau kita semua masih harus mematuhi prinsip physical distancing untuk mengurangi risiko penyakit menular.

Membagikan Makanan Sahur di Satu Tempat Tertentu

Sahur on the road tak harus dilakukan di jalanan. Kamu juga bisa mencari alternatif lain, misalnya masjid besar yang kerap dikunjungi para musafir, panti jompo, atau panti asuhan. Membagikan makanan sahur di satu lokasi bisa menghemat waktu sekaligus mencegah kerumunan di jalan raya. Jadi, tak ada salahnya bila kamu dan teman-temanmu melakukan survei lokasi pembagian makanan sebelum merealisasikan rencana tersebut.

Membatasi Jumlah Orang yang Berbagi saat Sahur

Kalau biasanya aktivitas berbagi makanan saat sahur dilakukan banyak orang, sebaiknya hal tersebut dihindari selama pandemi. Alangkah lebih baik bila kamu dan teman-temanmu membagi tugas sehingga tidak bergerombol ketika berbagi makanan. Misalnya, ada yang bertugas memasak dan mengemas makanan, membawa makanan dalam jumlah banyak dengan mobil, dan beberapa orang lainnya bertugas membagikan. Dengan demikian, risiko munculnya kerumunan saat sahur on the road pun dapat diminimalkan.

Selain membatasi dari segi jumlah, usia para peserta sahur on the road pun patut dibatasi. Anak-anak dan lansia sebaiknya tidak berpartisipasi karena rentan mengalami penularan Covid-19.

Menentukan Jenis Makanan yang Tepat

Pemilihan menu makanan yang akan dibagikan ketika sahur juga tak boleh sembarangan. Kamu mesti mempertimbangkan beberapa hal ini sewaktu menentukan jenis makanan:

Makanan merupakan menu sehat yang terdiri dari nasi, sayur, lauk, dan buah.

Usahakan untuk memilih sayur dan lauk yang tidak berkuah (kering) sehingga tidak mudah basi jika belum disantap selama beberapa jam.

Hindari makanan berkuah seperti sup atau soto karena sulit dikemas, mudah basi, dan susah disantap saat berada di luar rumah.

Lauk tanpa tulang (daging fillet dan atau telur) adalah pilihan terbaik karena tidak cuma bergizi tetapi juga praktis.

Mengemas Makanan Secara Higienis

Setelah menentukan menu makanan sahur yang tepat, selanjutnya kamu dan teman-teman pun harus mengemas makanan secara higienis. Proses pengemasan makanan harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini:

- Mengemas nasi, sayur, dan lauk secara terpisah supaya tidak berantakan atau gampang basi karena tercampur satu sama lain. Kamu bisa mengemas sayur dan lauk di plastik serta membungkus nasi dengan kertas pembungkus.
- Memisahkan buah supaya tidak bersentuhan langsung dengan makanan lain. Kulit buah yang tidak dicuci rentan terkontaminasi kotoran dan mikroorganisme penyebab penyakit.
- Menyertakan Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) untuk melengkapi makanan sahur.
- Membungkus kemasan makanan dalam tas berbahan kain (spunbond). Tas kain adalah kemasan terbaik karena lebih kuat dan ramah lingkungan (dapat digunakan berulang kali).

Menyertakan Pemberian Lainnya saat Berbagi Makanan Sahur

Jika kamu dan teman-temanmu punya rezeki lebih, alangkah lebih baik bila kamu menyertakan pemberian lainnya saat berbagi makanan sahur. Bukan hanya sembako, kamu juga dapat memberikan masker dan hand sanitizer untuk membantu meningkatkan kesadaran terhadap protokol kesehatan. Pastikan kalau kamu membagikan masker dan hand sanitizer yang sesuai standar WHO (masker medis atau masker kain 3 lapis dan hand sanitizer yang mengandung 70% alkohol).

Mengajukan Izin kepada Pengurus Setempat

Pengurus suatu daerah biasanya keberatan bila ada acara berbagi makanan sahur yang dilakukan secara mendadak tanpa mengajukan izin terlebih dahulu. Jadi, sebaiknya kamu mengajukan izin kepada pengurus daerah setempat terlebih dahulu agar acara sahur on the road berlangsung lancar. Jangan lupa memberi tahu waktu, tempat, dan tanggal acara secara jelas supaya bisa mendapatkan izin.

Menyesuaikan Jadwal dengan Komunitas Lainnya

Acara berbagi makanan sahur yang kamu gagas bisa bentrok dengan acara serupa yang diadakan komunitas lain. Bila memungkinkan, sebaiknya kamu menyesuaikan jadwal dengan komunitas tersebut. Carilah info tentang jadwal sahur on the road beberapa komunitas lainnya sehingga kamu bisa menyesuaikan jadwal acaramu. Jangan sampai makanan yang kamu bagikan jadi mubazir karena ada komunitas lain yang melakukannya secara bersamaan.

Mematuhi Protokol Kesehatan Secara Konsisten

Kegiatan sahur on the road tak boleh membuatmu lupa mematuhi protokol kesehatan, ya. Pastikan bahwa kamu tetap melakukan beberapa hal ini ketika membagikan makanan sahur:

- Menggunakan masker sesuai standar WHO.
- Mencuci tangan dengan air mengalir sebelum dan sesudah membagikan makanan.
- Membatasi kontak fisik dan menjaga jarak dengan orang lain.
- Menghindari kerumunan ketika membagikan makanan.
- Mengganti baju dan membersihkan diri sampai tuntas setelah berbagi makanan sahur di luar rumah.
- Menyantap sahur #DiRumahAja sehingga tidak menyebabkan kerumunan pasca acara sahur on the road.

Berbagi makanan sahur di bulan Ramadan memang merupakan wujud sedekah yang menyenangkan. Namun, kamu tidak harus melakukannya bila sibuk atau mengalami kendala lain, misalnya saat kamu kurang sehat. Sebagai gantinya, kamu bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk disedekahkan ke Dompet Dhuafa.

Kamu dapat melakukannya secara praktis melalui aplikasi BRImo. Agar bisa berdonasi, kamu mesti mengunduh aplikasi tersebut dan melakukan registrasi sampai berhasil login. Selanjutnya, kamu bisa melakukan pilih fitur donasi di Dompet Dhuafa BRImo.

Selain Dompet Dhuafa, kamu juga bisa menyisihkan rezeki untuk berdonasi ke Yayasan Baitul Mal (YBM). Kemudahan transaksi via aplikasi ini akan mendukung niat muliamu untuk bersedekah. Sekarang, kamu harus mulai merencanakan pengelolaan finansial dengan baik supaya niat bersedekah bisa dilakukan secara lancar, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah. Yuk segera install BRImo demi kenyamanan dalam bertransaksi!