Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Strategi Menyimpan Uang untuk Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak

Strategi Menyimpan Uang untuk Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak

2021-08-30 11:41:12

Semua orang tua tentu ingin memberikan hal terbaik bagi buah hatinya, termasuk kamu. Itulah sebabnya persiapan memiliki anak harus dilakukan secara cermat. Selain wajib memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak, biaya pendidikan tentu tak kalah penting bagi masa depannya. Para orang tua patut mengetahui dan mempraktikkan strategi menabung uang secara efektif supaya kebutuhan pendidikan anak bisa terpenuhi.

Jangan khawatir dulu bila kamu merasa belum menyiapkan dana pendidikan anak yang memadai. Tak ada kata terlambat untuk memulainya. Sekarang, kamu bisa melakukan beberapa strategi berikut ini untuk mengumpulkan biaya pendidikan buah hatimu:

Memangkas Pengeluaran yang Tidak Penting

Tak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup yang berlebihan rentan membuat seseorang jadi kesulitan menabung, terutama tabungan biaya pendidikan anak yang sering kali tidak direncanakan. Mulai sekarang, kamu harus lebih telaten memangkas pengeluaran yang tidak penting supaya bisa memiliki sisa uang untuk ditabung. Ketika baru memperoleh pendapatan atau gaji, utamakan kebutuhan rutin terlebih dahulu, misalnya kebutuhan rumah tangga, pembayaran tagihan (listrik, air, dan internet), biaya sekolah anak, dan lainnya. Hindari pengeluaran tidak penting untuk kesenangan sesaat, seperti memesan makanan via ojek online, belanja online berlebihan, nongkrong di kafe, nonton film di bioskop, atau membeli barang-barang mewah.

Membuka Tabungan Digital Saving

Langkah pertama yang mesti kamu lakukan saat menyiapkan dana pendidikan anak adalah membuka tabungan. Pandemi Covid-19 memang membuatmu harus membatasi aktivitas di luar rumah agar terhindar dari penularan penyakit tersebut. Kendati demikian, niat membuka tabungan biaya pendidikan anak bisa tetap dilakukan dengan mudah melalui fitur tabungan digital (digital saving). 

Jenis tabungan ini memiliki fitur serupa dengan tabungan konvensional. Namun, proses pembuatannya lebih praktis karena dapat dilakukan melalui smartphone. Pastikan kalau kamu punya koneksi internet berkecepatan tinggi agar proses registrasi tabungan digital tidak terhambat, ya.

Kalau kamu ingin membuka rekening digital dalam waktu dekat, kamu bisa memanfaatkan fasilitas rekening Digital Saving dari BRI. Cara registrasinya sangat mudah. Kamu tinggal download applikasi BRImo di handphonemu, lalu ikuti beberapa langkah berikut ini agar kamu bisa segera memiliki tabungan pribadi di BRI:
- Download applikasi BRImo melalui App Store / Play Store.
- Klik kolom “Belum punya Akun”.
- Lalu setelah itu klik “Buka Rekening”
- Siapkan dokumen identitas diri dan ikuti langkah-langkah buka rekening melalui BRImo selanjutnya
- Sukses! Rekening sudah terbentuk.
Nantinya, rekening Digital Saving dapat dimanfaatkan untuk menyimpan biaya pendidikan anak secara disiplin tanpa terganggu dengan alokasi dana lainnya.

Menyisihkan Uang Tabungan Harian

Salah satu cara mengumpulkan biaya pendidikan anak yang cocok bagi kaum ibu rumah tangga adalah menyisihkan uang tabungan harian. Tips menabung harian memang mudah dilakukan karena tidak melibatkan rekening bank. Kamu bisa memulainya dengan menyisihkan sisa uang belanja. Kumpulkan sisa uang belanja dalam celengan besar dan jangan lupa mengisinya secara konsisten setiap hari. Walaupun sisa uang belanja terkesan sedikit, kamu bisa memiliki tabungan dalam jumlah besar kalau disiplin menabung. Cara ini juga akan membuatmu semakin hemat karena senantiasa tergerak menabung setiap hari.

Menyiapkan Deposito

Selain tabungan pendidikan, deposito juga bisa menjadi alternatif tepat untuk persiapan pendidikan anak. Kalau kamu memiliki uang dengan jumlah besar, simpanlah uang tersebut dalam bentuk deposito. Pilihlah jenis bunga automatic roll over yang akan terus terakumulasi selama deposito belum dicairkan. Setelah menyimpan uang bertahun-tahun dalam bentuk deposito, uang tersebut akan berlipat ganda. Terutama bila bunga deposito sedang tinggi.

Kamu juga bisa membagi-bagi uangmu ke dalam beberapa deposito. Supaya kamu tidak perlu mencairkan semuanya ketika sedang membutuhkan dana pendidikan. Cara ini akan membuat kamu tetap hemat karena pencairan deposito bisa disesuaikan dengan jumlah biaya pendidikan yang dibutuhkan.

Menyimpan Uang dalam Bentuk Investasi Emas

Meskipun dianggap konvensional, investasi emas termasuk pilihan terbaik untuk mengamankan nilai uangmu. Apalagi bila uangmu sedang tidak digunakan dalam jangka panjang (10 tahun ke atas). Kalau kamu tidak suka menggunakan perhiasan, kamu bisa membeli logam mulia sebagai bentuk investasi. Logam mulia adalah pilihan investasi jangka panjang yang sangat efektif karena nilainya mengikuti harga terbaru yang sedang berlaku di pasaran. Nilai logam mulia akan terus berlipat ganda dan mudah dijual bila nanti kamu ingin melakukan pencairan dana untuk pendidikan buah hati.

Mencoba Investasi Reksadana

Investasi reksadana cocok untuk rencana keuangan jangka pendek, kurang lebih tiga hingga lima tahun. Tak jadi masalah kok kalau kamu belum berpengalaman dengan investasi reksadana. Jenis reksadana campuran memiliki risiko kecil dan tingkat keuntungan cukup menjanjikan. Dana yang kamu miliki akan dialokasikan pada berbagai instrumen investasi, mulai dari deposito, obligasi, hingga saham. Setelah beberapa tahun, niscaya nilai uangmu akan berlipat ganda dan cukup digunakan untuk dana pendidikan.

Merintis Bisnis Sampingan

Kamu tak harus meninggalkan pekerjaan utama demi memulai bisnis bila sudah mendapatkan jabatan dan gaji yang menjanjikan. Namun, sebaiknya kamu juga menyisihkan waktu untuk merintis bisnis sampingan. Supaya nanti kamu bisa memperoleh pendapatan tambahan selain gaji bulanan. Pendapatan tambahan tersebut patut dialokasikan untuk biaya pendidikan anak. Sehingga kamu tak merasa terbebani dengan pengeluaran besar untuk kebutuhan buah hati. Seiring dengan berkembangnya bisnimu, pendapatan sampingan pun akan semakin besar dan siap menyokong pendidikan anak atau kebutuhan penting lainnya bagi keluarga.

Menyimpan Bonus Tahunan Secara Disiplin

Orang tua yang berstatus karyawan biasanya mendapatkan bonus tahunan dan bonus-bonus lainnya selama bekerja. Bila kamu sedang mendapatkan bonus, jangan langsung menggunakannya untuk berfoya-foya, ya. Sisihkanlah bonus tersebut untuk dana pendidikan anak. Kalau nilai bonusnya cukup besar, kamu bisa langsung memisahkannya dalam bentuk deposito. Dengan demikian, kamu jadi tak mudah tergoda menggunakan bonus tersebut secara boros. Kebutuhan utama tetap dapat dipenuhi dari gaji bulanan tanpa melibatkan bonus yang kamu dapatkan.

Mengalokasikan Pendapatan untuk Bermain Arisan

Apakah kamu termasuk orang yang boros dalam menggunakan uang?

Jika iya, maka kamu harus melakukan strategi menabung uang secara ketat. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah mengalokasikan sebagian pendapatan untuk bermain arisan. Uang arisan yang sudah terkumpul nantinya dapat digunakan untuk biaya pendidikan anak. Agar uang yang terkumpul sesuai dengan kebutuhan pendidikan si kecil, usahakan untuk mengikuti arisan dengan nominal cukup besar. Pastikan bahwa kamu bergabung dalam komunitas arisan yang dapat dipercaya untuk meminimalkan risiko penipuan. Saat ini, tak sedikit oknum penipu berkedok bandar arisan yang tega membawa kabur uang arisan para anggotanya.

Ketelatenanmu dalam melakukan strategi menabung uang akan membuat masa depan buah hatimu semakin cemerlang. Mulai sekarang, jangan malas menabung supaya tak kerepotan memenuhi biaya pendidikan anak, ya. Setiap anak memiliki rezekinya masing-masing. Namun, orang tua modern seperti kamu juga harus cermat menyisihkan rezeki untuk kebutuhan anak.