Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Stop Peredaran Uang Palsu dengan Teknologi QRIS

Stop Peredaran Uang Palsu dengan Teknologi QRIS

2021-03-03 18:22:27

Sebagai pemenuh kebutuhan sehari-hari, uang menjadi benda utama yang dibutuhkan tiap orang. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan uang, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Salah satunya adalah dengan menipu menggunakan uang palsu.

Ada beberapa modus yang biasa digunakan oleh pelaku pengedar uang palsu. Kita perlu waspada dengan modus tersebut agar bisa lebih berhati-hati. Apa saja modusnya?

Membeli sesuatu

Modus ini seringkali dilakukan oleh para pelaku pengedar uang palsu. Pelaku akan berpura-pura membeli barang di sebuah toko dengan uang asli. Setelah mendapatkan kembalian, ia akan menukarkan uang tersebut dengan uang palsu dan kembali ke toko dengan mengatakan uang kembaliannya palsu. Trik ini dapat menipu pemilik toko agar mengganti uang palsu tersebut dengan uang yang asli.

Menyelipkan di antara tumpukan bundelan uang asli

Nyatanya, uang yang sudah dibundel rapi tidak bisa menjamin semuanya adalah uang asli. Jadi untuk menipu korbannya, pelaku menyelipkan uang palsu di dalam bundelan uang asli. Biasanya korban tidak menyadari dan mengecek ulang bundelan uang tersebut.

Menggandakan uang

Bagi mereka yang awam, mungkin modus ini terdengar menggiurkan. Cara kerjanya, si pelaku mengumbar janji dapat melipatgandakan uang korban yang disetorkan. Misalnya uang Rp500.000 menjadi Rp1.000.000. Uang tersebut nantinya akan berlipatganda, namun bentuknya adalah uang palsu.

Modus tersebut sayangnya masih marak di masyarakat. Jika tidak teliti, kita bisa jadi korban dari kejahatan tersebut. Untuk itu, pemerintah tak henti-hentinya mensosialisasikan pentingnya mengetahui keaslian uang dan cara mengenalinya. Nah, di sini ada beberapa ciri uang asli seperti yang telah dilansir oleh Indonesia.go.id seperti berikut:

Bahan baku uang kertas rupiah

Uang kertas rupiah terbuat dari kertas khusus berbahan serat kapas. Di dalamnya terdapat benang pengaman yang bisa berubah warna jika dilihat dari sudut pandang tertentu.

Kamu juga bisa melihat ciri-ciri keaslian lain dari tanda air atau watermark-nya. Semua pecahan uang kertas rupiah memiliki watermark berbentuk pahlawan. Beberapa pecahan memiliki electrotype berupa logo BI dan ornamen tertentu yang bisa terlihat jika diterawang ke arah cahaya.

Desain

Tiap uang kertas rupiah mempunyai desain, warna, dan ukuran yang terlihat spesifik, jadi secara kasat mata akan mudah dikenali.

Teknik cetak
Tinta berubah warna (color shifting ink)

Kalau kamu melihat uang kertas pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, gambar perisai yang berisi logo Bank Indonesia akan berubah warna dari merah keemasan ke warna hijau. Lalu pada pecahan Rp20.000, warna tintanya berubah dari hijau ke ungu.

Gambar tersembunyi (multicolor latent image)

Terdapat gambar tersembunyi pada beberapa pecahan uang kertas rupiah, seperti:
- Pecahan Rp50.000 memiliki gambar tersembunyi berupa angka 50 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan biru.
- Pecahan Rp20.000 memiliki gambar tersembunyi berupa angka 20 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.
- Pecahan Rp10.000 memiliki gambar tersembunyi berupa angka 10 dengan kombinasi warna ungu, kuning, dan biru.
- Pecahan Rp100.000 memiliki gambar tersembunyi berupa angka 100 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.

Gambar tersembunyi (latent image)

Pada bagian depan uang pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000, kamu akan melihat tulisan BI di dalam bingkai persegi panjang. Gambar ini akan terlihat jika kamu melihatnya dari sudut pandang tertentu. Begitupula pada pecahan Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000, kamu akan melihat tulisan BI beserta angka 5, 2, dan 1 pada sudut pandang tertentu. Sedangkan pada bagian belakang uang kertas, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 100, 50, 20, dan 10 yang terdapat pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000,-

Teknik cetak khusus

Tak hanya tinta dan gambar, uang kertas rupiah juga terdapat teknik cetak khusus yang dapat dikenali dengan cara meraba. Pada gambar utama, lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, dan frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA akan terasa kasar ketika diraba. Tak hanya itu, pada uang kertas rupiah juga terdapat kode tuna netra (blind code), gambar saling isi (rectoverso), pasangan garis pada sisi kanan dan kiri uang yang kasar ketika diraba, dan logo BI yang telihat utuh jika diterawang ke arah cahaya.

Untuk mengenali perbedaan uang asli dan uang palsu, maka pemerintah mensosialisasikan tata cara 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) kepada masyarakat. Seperti apa caranya?

Dilihat

Jika dilihat baik-baik, kamu akan menemukan perubahan warna benang pengaman pada pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, juga perubahan warna perisai logo BI pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000. Selain warna benang pengaman dan perisai logo BI, kamu juga bisa menemukan perubahan warna angka pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000,-

Diraba

Setelah dilihat, kamu bisa meraba uang kertas rupiah tersebut. Pada uang asli, kamu akan merasakan bagian uang yang kasar pada gambar utama, gambar lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, dan juga tulisan BANK INDONESIA. Mereka yang tuna netra dapat meraba kode tuna netra (blind code) pada sisi kiri dan kanan untuk mengenali nominal dan keaslian uang kertas tersebut.

Diterawang

Setelah melihat dan meraba, kamu bisa mengangkat uang kertas tersebut lalu mengarahkannya pada cahaya (diterawang). Pada uang asli, kamu akan menemukan gambar pahlawan, gambar ornamen pada pecahan tertentu, dan logo BI yang terlihat utuh.

Penting sekali untuk bisa mengenali perbedaan uang kertas asli dengan uang palsu. Tujuannya selain agar tidak tertipu, kita juga bisa bersama-sama berkontribusi menekan kasus peredaran uang palsu di masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, kini hadir beberapa teknologi dalam bidang keuangan yang lebih aman dan praktis tanpa memerlukan uang kertas alias cashless. Misalnya seperti penggunaan kartu kredit, kartu debit, e-money, dompet virtual, dan pembayaran digital lainnya. Nah, tahun lalu Bank Indonesia membuka sistem pembayaran yang disebut dengan QRIS. Pernah dengar istilah ini?

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR code dari Bank Indonesia agar transaksi kamu lebih cepat, mudah, dan pastinya aman. Di aplikasi BRImo, kamu bisa menggunakan fitur QR ini untuk melakukan pembelian di merchant yang sudah terimplementasi QRIS. Saat ini, fitur QR pada BRI menggunakan konsep CPM alias Customer Presented Mode. Jadi kamu harus menunjukkan QRIS untuk dapat di-scan oleh merchant yang dituju.

Caranya, buka aplikasi lalu pilih menu QR. Setelah itu, pilih rekening sumber dana dan masukkan PINmu. Nanti akan muncul QR di aplikasi dan kamu bisa langsung menunjukkan ke merchant untuk di-scan. Jika transaksi berhasil, maka muncul halaman notifikasi dan rekening kamu otomatis terdebit. Gampang banget, kan?

Selain gampang digunakan, transaksi dengan QRIS ini lebih efektif dan efisien, terutama kalau kamu sedang buru-buru. Kamu juga bisa menghindari bahaya tertipu uang palsu dengan QRIS karena transaksi dilakukan tanpa menyentuh uang tunai. Enaknya lagi, QRIS bisa diterima oleh seluruh dompet digital dari berbagai metode pembayaran dengan maksimal pembayaran Rp2.000.000 per transaksi.

Yuk, dapatkan kemudahan bertransaksi tanpa rasa cemas dengan fitur QRIS di Aplikasi BRImo, Install BRImo dan nikmati kemudahan dalam bertransaksi menggunakan QRIS!