Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Saatnya Memahami Pentingnya Dana Darurat dan Cara Mengumpulkannya

Saatnya Memahami Pentingnya Dana Darurat dan Cara Mengumpulkannya

2021-05-27 12:00:34

Lebih dari itu, banyak hal penting yang harus kamu siapkan. Selain menyisihkan dana untuk berinvestasi, kamu juga wajib memiliki sejumlah dana darurat yang memadai untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga.

Belum terlambat kok bila selama ini kamu tidak memiliki persiapan dana darurat sama sekali. Ada dua waktu terbaik untuk melakukan persiapan finansial, yaitu di masa lalu dan hari ini. Yuk, kenalan dulu dengan manfaat dana darurat dan cara mengumpulkannya agar kondisi finansialmu semakin stabil.

Apa Itu Dana Darurat?

Secara sederhana, dana darurat dapat didefinisikan sebagai sejumlah uang yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bersifat mendesak. Tak seperti tabungan biasa, alokasi dana darurat hanya boleh diperuntukkan untuk hal-hal tertentu, misalnya:

  1. Memenuhi kebutuhan hidup saat tulang punggung keluarga dipecat, mengalami kebangkrutan bisnis, atau meninggal dunia.
  2. Membiayai anggota keluarga yang tiba-tiba sakit parah atau mengalami kecelakaan.
  3. Menyiapkan dana untuk kebutuhan pemakaman anggota keluarga, terutama bila proses pemakamannya membutuhkan biaya besar.
  4. Menangani kerusakan kendaraan pribadi yang membutuhkan banyak biaya, misalnya pasca kecelakaan atau bencana alam.

Mengenal Manfaat Dana Darurat

Jika kamu sudah mengenali manfaat detail tentang alokasi dana darurat berikut ini, kamu pasti tidak ragu menyiapkannya sejak dini:

Antisipasi Bila Pendapatan Utama Terganggu

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kebangkrutan bisnis adalah momok menakutkan bagi semua orang. Tak ada yang bisa memprediksi kejadian PHK atau bisnis bangkrut secara akurat. Oleh sebab itu, tak ada salahnya bila kamu menyisihkan dana darurat secara teratur sebagai langkah antisipasi. Walaupun kamu tidak mengalami PHK atau kebangkrutan bisnis, dana darurat yang sudah kamu kumpulkan dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.

Kebutuhan Mendesak saat Sakit Parah

Sama seperti insiden PHK dan kebangkrutan bisnis, kamu juga tidak dapat memprediksi kondisi kesehatanmu dan keluarga. Meskipun kamu rajin berolahraga dan menjalani pola makan sehat, bukan berarti kamu pasti 100% bebas dari penyakit. Jika kamu sudah menyimpan dana darurat, maka kondisi sakit parah yang terjadi secara mendadak tak akan membebani kondisi finansial keluarga secara signifikan.

Cadangan Dana untuk Memperbaiki Barang-Barang yang Rusak

Jangan menganggap remeh kerusakan barang-barang yang kini sedang kamu gunakan, Apalagi jika kamu menggunakannya setiap hari. Sebelum kamu merasa keberatan dengan biaya tak terduga untuk memperbaiki barang-barang yang rusak, sebaiknya kamu sudah bersiap menyisihkan dana darurat. Jika terjadi kerusakan barang-barang atau kendaraan pribadi, kamu dapat segera menggunakan dana darurat untuk memperbaikinya.

Menghindari Utang

Kebutuhan mendesak yang tidak diimbangi dengan persiapan dana yang mencukupi kerap membuat seseorang terpaksa berhutang. Celakanya, utang dengan bunga tinggi malah akan menjadi beban finansial baru di kemudian hari. Hal tersebut tak akan terjadi bila kamu sudah menyiapkan dana darurat. Persiapan dana darurat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendadak.

Melindungi Aset Investasi Lainnya

Manfaat dana darurat yang satu ini sering kali tidak disadari banyak orang. Sewaktu mengalami kesulitan kondisi finansial, seseorang cenderung mengambil keputusan untuk menjual aset investasinya yang berupa emas, rumah, tanah, dan lainnya. Padahal keputusan tersebut tidak perlu dilakukan seandainya kamu memiliki dana darurat yang mencukupi. Kalau ingin melindungi aset investasi yang kamu miliki, kamu wajib mengumpulkan dana darurat. Aset investasi sebaiknya disimpan dalam waktu lama karena nilainya akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Berapa Jumlah Dana Darurat yang Harus Kamu Miliki?

Idealnya, seseorang harus memiliki sejumlah dana darurat dengan rincian sebagai berikut:

- Lajang: minimal 6x pengeluaran rutin bulanan.

- Menikah (tetapi belum atau tidak memiliki anak): minimal 9x pengeluaran rutin bulanan.

- Menikah dan sudah memiliki anak: minimal 12x pengeluaran rutin bulanan.

Pengeluaran rutin bulanan adalah segala biaya yang harus kamu keluarkan setiap bulan, termasuk kebutuhan utama, kebutuhan anak (jika ada), tagihan rumah tangga (listrik, air, telepon, dan internet), serta kewajiban cicilan. Alangkah lebih baik jika kamu bisa menambah jumlah dana darurat secara teratur sehingga kondisi finansialmu semakin stabil.

Tips Mengumpulkan Dana Darurat

Beberapa kebiasaan baik ini akan membantumu mengumpulkan dana darurat secara konsisten:

Membatasi Pengeluaran yang Bersifat Konsumtif

Selama ini mungkin kamu sekeluarga terlalu konsumtif hingga kesulitan mengumpulkan dana darurat. Sebenarnya, kamu bisa berkomitmen mengumpulkan dana darurat bila kamu bisa berhemat. Mulailah membatasi pengeluaran yang berlebihan dan tidak perlu, misalnya pengeluaran untuk wisata kuliner, gaya hidup hedon, travelling, atau membeli barang-barang berdasarkan keinginan sesaat. Sehingga nanti kamu selalu memiliki sisa uang untuk disimpan sebagai dana darurat.

Mulai Berhemat dengan Uang Receh

Jangan menganggap uang receh sebagai hal yang tidak terlalu berguna, ya. Uang receh yang kerap menjadi andalan banyak orang menjelang akhir bulan bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana darurat.. Sisihkan uang recehmu secara teratur untuk dimasukkan ke celengan. Berusahalah menyisihkannya secara konsisten setiap hari supaya dana daruratmu lekas terkumpul dalam jumlah banyak.

Menyimpan Dana Darurat dalam Bentuk Emas atau Deposito

Kalau uang tunai membuatmu selalu boros dan tergugah menghabiskannya, sebaiknya kamu menyimpan dana darurat dalam bentuk emas atau deposito. Dua pilihan investasi tersebut tergolong minim resiko dan termasuk aset lancar yang mudah dicairkan. Ketika kamu membutuhkan dana darurat, kamu bisa menjual emas atau mencairkan deposito untuk memenuhi kebutuhanmu.

Membuat Rekening Khusus Dana Darurat

Perilaku boros juga dapat diminimalkan dengan cara menyiapkan rekening khusus dana darurat. Gunakan rekening tersebut untuk menyimpan dana darurat agar tidak bercampur dengan dana lainnya. Usahakan untuk menambah jumlah dana darurat setiap bulan dengan menyisihkan sebagian pendapatanmu.

 Sekarang, proses membuka tabungan bisa dilakukan secara mudah tanpa harus mendatangi kantor cabang bank terdekat. Jika kamu ingin membuka rekening khusus untuk dana darurat, kamu bisa memanfaatkan fasilitas rekening Digital Saving secara praktis di BRI. Caranya sangat mudah, kamu tinggal mengakses website https://bukarekening.bri.co.id/digital-saving/ lalu klik opsi Buka Rekening. Selanjutnya, ikuti beberapa langkah mudah berikut ini agar kamu bisa segera memiliki tabungan pribadi BRI:

- Menyiapkan dokumen berupa KTP dan NPWP serta mengisi data diri.

- Memilih jenis rekening dan lokasi kantor cabang BRI terdekat di sekitar tempat tinggalmu.

- Melakukan video recording untuk memenuhi tahap verifikasi.

- Mengaktifkan rekening baru dengan melakukan setoran awal.

- Membuat akun internet banking BRI agar bisa menggunakan segala fasilitas perbankan BRI.

Proses buka rekening Digital Saving BRI yang praktis membuatmu tak perlu repot ke luar rumah. Fitur rekening Digital Saving tersebut membuatmu bisa tetap mematuhi anjuran physical distancing untuk menghindari wabah Covid-19 dan penyakit menular lainnya. Kendala kesibukan kerja atau bisnis juga tak akan menghalangi niat membuka tabungan karena kamu bisa melakukannya kapanpun dan dimanapun. Yuk, klik dulu website BRI untuk mencari informasi lengkap seputar proses membuka rekening Digital Saving BRI!