Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

Mengenal Macam-Macam Servis Berkala Mobil dan Komponen yang Harus Diperiksa

Mengenal Macam-Macam Servis Berkala Mobil dan Komponen yang Harus Diperiksa

2021-06-21 11:38:00

Memiliki mobil bukan sekadar soal punya biaya untuk membelinya saja. Ketika memutuskan akan membeli mobil pribadi, kamu juga harus menyiapkan sejumlah biaya untuk kebutuhan mobil tersebut. Selain biaya operasional seperti bahan bakar, parkir, dan tol, kamu juga mesti menyiapkan biaya servis berkala.

Servis berkala sangat penting untuk menjaga performa mobil agar tetap prima. Mobil yang jarang atau tidak pernah diservis biasanya lebih mudah mengalami kerusakan komponen dan performanya pun jadi terganggu. Jadi, sebaiknya kamu mengenal bermacam-macam servis berkala dan komponen-komponen yang harus diperiksa supaya kondisi mobil senantiasa baik dan siap digunakan:

Komponen Apa Saja yang Harus Diperiksa saat Servis?

Beberapa komponen mobil yang wajib diperiksa saat servis berkala, yaitu:

Oli Mesin dan Filter Oli: Oli mesin mobil wajib diganti setelah menempuh jarak 1.000 km pertama. Jadi, jangan sampai kinerja oli terganggu atau bahkan habis karena tidak pernah diganti. Selain oli, filter oli juga patut mendapatkan perhatian yang sama karena filter kotor tentu tak dapat melakukan proses penyaringan secara maksimal.

Busi: busi kotor membuatmu kesulitan menyalakan mobil. Bahkan, mobil akan semakin boros bahan bakar bila busi tidak pernah diganti. Proses penggantiannya harus dilakukan setelah mobil menempuh jarak 20.000 km.

Filter Udara: Filter udara harus dibersihkan setiap kali mobil menempuh jarak 10.000 km.  dan harus diganti setelah menempuh jarak 40.000 km. Terutama bila kamu sering melintasi jalanan yang berdebu. Filter udara yang terlalu kotor akan menghambat suplai udara ke ruang pembakaran mobil sehingga penggunaan bahan bakar mobil semakin boros.

Aki: Salah satu tanda bahwa aki mobil harus diganti adalah sistem alarm mobil yang mati. Selain itu, biasanya dashboard mobil juga tidak mau menyala hingga lama-kelamaan kamu sulit menyalakan mesin mobil. Air pada aki basah harus ditambah secara teratur. Selain itu, aki basah maupun aki kering mesti diganti setiap tahun. 

Filter AC: Hingga saat ini masih banyak orang yang berpikir bahwa filter AC tak perlu dibersihkan atau diganti karena kondisi kabin mobil selalu bersih. Padahal, filter AC juga menampung banyak kotoran tak kasat mata. Filter AC yang kotor atau rusak akan menyebabkan kinerja AC terganggu sehingga kabin mobil jadi tidak dingin.

Kanvas Rem: Fungsi kanvas rem sangat penting bagi mobil karena menunjang sistem pengereman. Seiring dengan bertambahnya usia pemakaian mobil, kanvas rem bisa menipis dan menyebabkan sejumlah gangguan dengan gejala berupa bunyi berdecit saat mengerem, jumlah minyak rem yang berada di bawah batas normal, dan injakan rem yang lebih dalam dari biasanya. Kanvas rem yang sudah menipis akan menyebabkan gesekan antar komponen logam dan mengurangi jumlah minyak rem pada reservoir. Sebaiknya kanvas rem rutin dicek dan mendapatkan penggantian setiap jarak tempuh 20.000 km.

Kanvas Kopling: Selain kanvas rem, kanvas kopling juga penting karena berfungsi mengirimkan tenaga mesin ke ban. Biasanya kanvas kopling lebih cepat menipis bila mobil sering melewati jalanan rusak. Salah satu ciri kanvas kopling yang harus diganti adalah bau khas kopling yang timbul saat kamu mengerem di tanjakan. Kanvas kopling sebaiknya diganti setelah mobil menempuh jarak 10.000 km hingga 50.000 km.

Lampu: Semakin sering kamu mengendarai mobil, maka biasanya semakin pendek pula usia lampu mobil. Biasanya lampu mobil sudah mulai meredup bila digunakan selama 1,5 tahun. Jadi, kamu harus lekas menggantinya dengan yang baru supaya tidak mengganggu performa mobil.

Ban Mobil: Kondisi ban mobil juga harus diperhatikan secara seksama. Terutama bila kamu sering melewati jalanan yang rusak atau menanjak. Tekstur ban mobil yang mulai menipis akan menyebabkan daya geseknya berkurang. Akibatnya, mobil jadi kesulitan bermanuver dan risiko kecelakaan pun semakin besar. 

Servis 5.000 Km

Jenis servis berkala pertama yang harus dilakukan untuk mobil adalah servis 5.000 km. Biasanya jarak 5.000 km dapat ditempuh setelah mobil digunakan selama 3 hingga 4 bulan. Pada servis ini, seluruh komponen mesin mobil akan diperiksa. Kamu juga akan disarankan untuk mengganti oli demi memaksimalkan kinerja mesin mobil. Biayanya berkisar di angka 100 hingga 200 ribu rupiah tergantung kondisi mobil. Namun, biasanya bengkel resmi menggratiskan biaya servis 5.000 km bagi mobil baru yang masih berada dalam masa garansi.

Servis 10.000 Km

Proses servis 10.000 km melibatkan pemeriksaan yang lebih rinci dibandingkan servis 5.000 km. Kondisi rem pada keempat ban mobil akan diperiksa dengan teliti. Oli mesin dan oli transmisi juga akan diganti agar performa mobil kembali baik. Selain itu, pihak bengkel juga akan melakukan rotasi ban secara menyilang, balancing, dan spooring. Total biaya yang dibutuhkan biasanya berkisar antara 400 hingga 600 ribu rupiah. 

Servis 15.000 Km

Tahap servis berikutnya yang tak kalah penting bagi mobil adalah servis 15.000 km. Proses servis ini akan melibatkan penggantian oli, pengecekan baut kolong, pemeriksaan fluida dan air radiator, serta suspensi. Proses yang sama akan dilakukan pada servis 15.000 km, 25.000 km, dan 45.000 km. Biaya yang dibutuhkan untuk servis 15.000 km kurang lebih 600 ribu hingga 800 ribu rupiah.

Servis 20.000 Km

Servis berkala 20.000 km dikenal sebagai servis besar yang membutuhkan waktu cukup lama. Prosesnya lebih rumit karena meliputi pemeriksaan klep, throttle body, kalibari idle, pengecekan AC, penggantian busi, dan pemeriksaan kondisi ban. Biayanya berkisar di angka 1 juta. Namun, servis 20.000 km biasanya menjadi servis gratis terakhir dari bengkel resmi bagi pemilik mobil baru. Setelah melewati 1 tahun, kamu harus menjadwalkan servis secara mandiri dan menyiapkan alokasi biaya khusus untuk melakukannya.

Bagaimana Bila Mobil Belum Mencapai Jarak Tempuh dalam Kurun Waktu Tertentu?

Proses servis mobil sebenarnya tak harus berpatokan pada jumlah kilometer yang telah ditempuh. Karena biasanya waktu operasional mobil relatif lebih lama dibandingkan jarak tempuhnya kalau kamu sering mengalami kemacetan lalu lintas. Tak ada salahnya bila kamu menjadwalkan servis secara mandiri bila merasa performa mobil mulai terganggu sebelum mencapai jarak tempuh tertentu. Jangan sampai kamu terlambat melakukan servis sehingga banyak komponen mobil mengalami kerusakan parah.

 

Mulai sekarang, kamu harus lebih cermat menata kondisi finansial agar bisa menyisihkan biaya servis berkala untuk mobil. Kamu bisa mengandalkan fitur Personal Financial Management (PFM) di aplikasi BRImo untuk membantu menata kondisi finansialmu. Personal Financial Management (PFM) adalah fitur canggih yang dapat menginformasikan pengeluaran selama bertransaksi menggunakan channel BRI. PFM pada aplikasi BRImo memuat rincian transaksi serta tanggalnya secara detail. Keberadaan fitur PFM tersebut akan mempermudah kamu mencatat anggaran pribadi sehingga kamu bisa meminimalkan pengeluaran yang kurang penting. Yuk, segera mengunduh dan mengaktifkanaplikasi BRImo di smartphone agar kamu bisa lekas memanfaatkan Personal Financial Management dan fitur-fitur lainnya.