Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

6 Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memiliki Anak

6 Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memiliki Anak

2021-05-27 14:17:29

Memiliki buah hati tentu menjadi dambaan semua pasangan suami istri. Namun, memiliki buah hati bukan hanya soal menyambut anggota keluarga baru dengan penuh suka cita. Ada tanggung jawab besar dan komitmen yang harus kamu pegang teguh bila berencana memiliki buah hati. Keberadaan si kecil di tengah-tengah keluarga membuatmu harus berproses menjadi orang tua yang bijaksana dan sigap memenuhi semua kebutuhannya.

Persiapan memiliki anak memang menjadi proses kehidupan yang membuat sebagian orang merasa bingung menghadapinya. Tak ada buku panduan untuk menjadi orang tua yang baik. Kendati demikian, persiapan matang penting untuk meminimalkan risiko yang rentan menghambat masa depan keluarga. Kamu harus mempertimbangkan beberapa hal penting ini sebelum memiliki anak:

Menyiapkan Mental Calon Orang Tua

Urusan persiapan memiliki anak ternyata bukan sekadar soal materi semata. Kesiapan mental calon orang tua juga penting saat hendak merencanakan kehadiran buah hati. Hal-hal penting yang patut menjadi perhatian calon orang tua antara lain:

  1. Siap berbagi peran dalam mengurus buah hati. Karena proses tumbuh kembang anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu atau ayah saja melainkan butuh dukungan dari kedua orang tua.
  2. Merelakan sebagian waktu bagi diri sendiri (me time) beralih menjadi waktu untuk merawat si kecil, terutama saat buah hatimu masih berusia balita.
  3. Peka terhadap segala kebutuhan si kecil, mulai dari curahan kasih sayang hingga materi.
  4. Bahu-membahu bekerja sama dengan pasangan dalam merawat dan membimbing si kecil.
  5. Tahan banting terhadap anggapan miring orang-orang di sekitarmu (terutama keluarga) sehingga kamu dan pasanganmu punya prinsip yang tegas saat membesarkan buah hati.

Menjaga Kesehatan Ibu dan Calon Bayi Secara Telaten

Banyak orang tak menyadari kalau persiapan memiliki anak harus dilakukan sebelum masa kehamilan dimulai. Sejak masa awal dalam kandungan, calon bayi membutuhkan asupan gizi yang seimbang. Calon ibu harus menyiapkan kondisi fisik dan psikis untuk mendukung tumbuh kembang calon bayi. Beberapa hal yang patut disiapkan secara telaten bila ingin merencanakan kehamilan, yaitu:

  1. Asupan nutrisi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang embrio. Calon ibu yang merencanakan kehamilan harus mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi yang tepat.
  2. Kondisi psikis yang rileks dan tenang supaya proses awal kehamilan berlangsung lancar.
  3. Pengetahuan yang memadai tentang masa kehamilan, melahirkan, menyusui, dan proses merawat bayi baru lahir.

Merencanakan Kondisi Finansial yang Stabil

Kehadiran buah hati juga harus diimbangi dengan persiapan kondisi finansial yang stabil. Alangkah lebih baik jika kamu menyambut buah hati dengan beberapa poin penting ini:

  1. Mempunyai rumah pribadi dengan suasana yang nyaman untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Kalaupun kamu belum memiliki rumah pribadi, kamu bisa tinggal di rumah sewaan yang lingkungannya kondusif. Tak hanya baik bagi tumbuh kembang anak, tinggal terpisah dengan orang tua juga akan membuatmu terpacu membangun keluarga yang mandiri.
  2. Menyiapkan bujet untuk merawat kehamilan secara maksimal. Kebutuhan ibu hamil dan calon bayi berupa asupan makanan bergizi, vitamin, vaksin, dan kontrol rutin ke dokter kandungan harus dipenuhi dengan baik.
  3. Menyediakan bujet yang memadai untuk proses kelahiran. Gangguan kesehatan yang dialami selama masa kehamilan dapat membuat biaya melahirkan meningkat demi keselamatan ibu dan si kecil.
  4. Menyimpan bujet untuk kebutuhan bayi baru lahir, mulai dari perlengkapan bayi, makanan bergizi, mainan, vaksinasi, biaya akikah, dan lainnya. Semakin banyak kebutuhan si kecil, maka semakin besar pula biaya yang wajib kamu siapkan.
  5. Menabung sejak dini untuk persiapan biaya pendidikan anak. Biaya pendidikan memang mengalami kenaikan seiring berjalannya waktu. Bahkan, ada berbagai hal kecil yang membuatmu harus ekstra cermat menyiapkan dana pendidikan, misalnya untuk memenuhi kebutuhan gadget buah hati di usia sekolah atau kegiatan lain yang bersifat mendadak. Itulah sebabnya persiapan biaya pendidikan anak harus dilakukan secara serius demi mendukung masa depan buah hatimu.
  6. Melindungi kesehatan anak dengan berlangganan asuransi sesuai kebutuhan.

Mengubah Kebiasaan Buruk agar Bisa Jadi Teladan Bagi Anak

Orang tua merupakan guru pertama bagi anak di masa awal tumbuh kembangnya. Mayoritas anak akan meniru perilaku yang ditunjukkan orang tua saat beraktivitas sehingga kamu harus ekstra hati-hati dalam berperilaku. Beberapa kebiasaan buruk yang harus diubah agar kamu bisa menjadi teladan terbaik bagi anak antara lain:

  1. Merokok
  2. Sibuk bermain smartphone saat berkumpul bersama keluarga.
  3. Mengeluarkan kata-kata kasar atau berbicara dengan nada tinggi.
  4. Bertengkar dengan pasangan di depan anak.
  5. Bermalas-malasan ketika punya waktu senggang di rumah.
  6. Perilaku destruktif saat marah, contohnya membanting atau membuang barang serta memukul orang lain.

Meluangkan Waktu untuk Mendampingi Tumbuh Kembang Anak

Buah hatimu bukan cuma butuh kestabilan finansial agar tumbuh kembangnya maksimal. Kehadiranmu sebagai sosok orang tua juga sangat dibutuhkan untuk mendampingi tumbuh kembangnya. Jadi, kamu harus melakukan beberapa hal ini supaya si kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berakhlak:

  1. Mengenali karakter anak supaya bisa menentukan pola didik yang tepat.
  2. Mengamati bakat dan minat anak serta membantunya mengembangkan kelebihan tersebut.
  3. Mencari sekolah berkualitas yang membuat si kecil lebih bersemangat belajar.
  4. Mempelajari hal-hal baru seputar dunia parenting sehingga kamu bisa menjadi orang tua yang baik.

Menjalin Kerja Sama yang Kompak dengan Pasangan

Tugas merawat dan membesarkan buah hati memang tidak mudah. Hal besar tersebut membuatmu harus kompak menjalin kerja sama dengan pasangan. Jangan melupakan beberapa hal penting ini agar kamu dan pasangan bisa menjadi orang tua yang baik:

  1. Tetap meluangkan waktu berduaan meskipun sudah memiliki buah hati. Menghabiskan waktu berdua sangat penting untuk menjaga keharmonisan hubungan.
  2. Selalu menyempatkan waktu untuk berkomunikasi tentang berbagai hal, mulai dari urusan seks, masalah anak, kondisi finansial, dan lainnya.
  3. Membuat komitmen tentang cara mendidik anak. Kamu dan pasangan harus menerapkan aturan secara disiplin untuk membentuk karakter anak. Jangan sampai ada salah satu pihak yang selalu membela anak karena merasa tak tega bersikap tegas.
  4. Menghadapi masalah rumah tangga secara bijaksana dan menghindari konflik di hadapan anak. Tunjukkan kepada buah hati kalau semua masalah bisa diselesaikan secara baik-baik.

Tak dapat dipungkiri kalau para orang tua muda biasanya kewalahan menjaga kestabilan kondisi finansial sebagai persiapan memiliki anak. Jangan sampai masalah tersebut terjadi pada kamu dan pasanganmu, ya. Mulailah menata finansial secara cermat dengan melakukan cara-cara sederhana, salah satunya dengan memanfaatkan fitur Personal Financial Management (PFM) di aplikasi BRImo. Personal Financial Management (PFM) adalah fitur canggih yang dapat menginformasikan jumlah pemasukan dan pengeluaran selama bertransaksi menggunakan channel BRI. PFM di aplikasi BRImo memuat rincian transaksi bisnis beserta tanggalnya secara rinci yang dapat mencatat pengeluaran otomatis di BRImo sedangkan pendapatan Nasabah bisa dicatat dalam fitur Personal Financial Management (PFM) tersebut. Keberadaan fitur tersebut akan mempermudah kamu mencatat anggaran rumah tangga. Sehingga kamu dan pasanganmu bisa menjaga kestabilan kondisi finansial keluarga saat menanti kehadiran buah hati. Jangan lupa mengunduh dan mengaktifkan aplikasi BRImo di smartphone agar bisa segera memanfaatkan fitur-fiturnya.