Back to top

PROMO DETAIL BANK BRI

5 Cara yang Harus Dilakukan Jika Ingin Mapan Secara Finansial

5 Cara yang Harus Dilakukan Jika Ingin Mapan Secara Finansial

2021-08-23 11:57:31

Semua orang pasti ingin hidup mapan secara finansial supaya kehidupan pribadi dan keluarga senantiasa terjamin. Namun, tak banyak orang yang mampu mencapai kondisi tersebut karena cenderung hidup boros dan tidak bisa mengatur keuangan secara efisien. Padahal, cara agar mapan finansial sebenarnya tidak sulit dijalani asalkan kamu melakukannya secara konsisten. 

Mapan secara finansial dapat diartikan sebagai kondisi finansial yang stabil dan tidak rentan mengalami masalah besar dalam hal keuangan. Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mapan secara finansial, yaitu:

- Mampu membayar tagihan dan cicilan tepat waktu.
- Mulai berinvestasi.
- Memiliki bisnis pribadi.
- Mempunyai rumah pribadi.
- Sudah menyiapkan kebutuhan finansial masa depan, misalnya dana pensiun, biaya pendidikan anak, dan dana darurat.

Jika kamu bertekad mencapai kondisi mapan finansial, maka kamu patut melakukan beberapa cara ini untuk mewujudkan hal tersebut:

Menyisihkan Uang Tabungan Sejak Awal Bulan

Menunggu akhir bulan untuk menyisihkan uang tabungan adalah suatu kesalahan besar. Biasanya uangmu sudah habis di akhir bulan karena tergoda menggunakannya untuk hal-hal yang kurang penting. Jadi, alangkah lebih baik jika kamu menyisihkan uang tabungan sejak awal bulan setelah menyiapkan uang untuk kebutuhan rutin bulanan. Cobalah menyisihkan uang dengan jumlah yang sama setiap bulan. Kalau kamu sudah terbiasa, kamu bisa meningkatkan jumlah uang tabungan secara berkala supaya jumlah tabungan terus bertambah.

Membuat Satu Rekening Khusus untuk Menabung

Jika jumlah uang di rekeningmu senantiasa menggoda untuk dibelanjakan, berarti kamu harus membuat satu rekening khusus. Gunakan rekening baru untuk menabung dengan cara menyisihkan sebagian gaji. Bila perlu, kamu bisa menggunakan sistem autodebet agar jumlah uang tabungan setiap bulan selalu sama. Sehingga nanti kamu hanya bisa mengandalkan sisa uang yang ada untuk memenuhi berbagai kebutuhan sampai akhir bulan.

Sekarang, proses membuka rekening baru bisa dilakukan secara mudah tanpa harus mendatangi kantor cabang bank terdekat. Jika kamu ingin membuka rekening khusus untuk menabung, kamu bisa memanfaatkan fasilitas rekening Digital Saving secara praktis di BRImo. Caranya sangat mudah, kamu tinggal mengakses website https://bukarekening.bri.co.id/digital-saving/ lalu klik opsi Buka Rekening. Selanjutnya, ikuti beberapa langkah mudah berikut ini agar kamu bisa segera memiliki tabungan pribadi BRI:

- Menyiapkan dokumen berupa KTP dan NPWP serta mengisi data diri.
- Memilih jenis rekening dan lokasi kantor cabang BRI terdekat di sekitar tempat tinggalmu.
- Melakukan video recording untuk memenuhi tahap verifikasi.
- Mengaktifkan rekening baru dengan melakukan setoran awal.
- Membuat akun internet banking BRI agar bisa mengunakan segala fasilitas perbankan BRI.

Kamu juga bisa membuka rekening BRImo dalam genggaman saja, yaitu lewat handphone. Berikut langkah yang bisa kamu ikuti:

- Download applikasi BRImo melalui App Store / Play Store.
- Klik kolom “Belum punya Akun”.
- Lalu setelah itu klik “Buka Rekening”
- Siapkan dokumen identitas diri dan ikuti langkah-langkah buka rekening melalui BRImo selanjutnya
- Sukses! Rekening sudah terbentuk.

Proses buka rekening Digital Saving BRI yang praktis membuatmu tak perlu repot ke luar rumah. Saat rekening digital saving sudah aktif, kamu bisa langsung menggunakannya untuk menyisihkan uang tabungan setiap bulan.

Melakukan Investasi Secara Konsisten

Menabung saja belum cukup untuk membuatmu mapan. Salah satu cara agar mapan finansial adalah berinvestasi secara konsisten. Beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan bila berinvestasi, antara lain:

- Mengamankan nilai uang dari pengaruh inflasi.
- Mendapatkan keuntungan berlipat ganda seiring berjalannya waktu.
- Memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang, contohnya biaya pendidikan anak dan dana pensiun.

Beberapa jenis investasi yang dapat kamu pilih sesuai jumlah uang yang kamu miliki adalah sebagai berikut:

1. Emas: Objek investasi yang satu ini memang sudah populer sejak puluhan tahun lalu. Sebenarnya, emas merupakan objek lindung nilai untuk mencegah penurunan nilai uang akibat laju inflasi. Jadi, nilai uangmu akan senantiasa stabil atau mengalami sedikit peningkatan. Emas adalah jenis investasi yang cocok untuk pemula karena tergolong aset lancar dan bisa dibeli sesuai kemampuan. Jika tidak menyukai perhiasan, kamu bisa berinvestasi dalam bentuk logam mulia.

2. Deposito: Keuntungan yang diperoleh dari bunga deposito memang tidak terlalu besar, tetapi tetap lebih besar daripada bunga tabungan biasa. Deposito juga terbilang cair sehingga mudah dicairkan ketika kamu membutuhkannya. Biasanya bank menerima pembukaan deposito dengan saldo awal minimal delapan hingga sepuluh juta rupiah. Kalau kamu memiliki sejumlah tabungan yang tidak terpakai dalam waktu lama, kamu dapat mengalokasikan dari tabungan tersebut untuk deposito.

3. Mata uang asing: Fluktuasi harga mata uang asing bisa dimanfaatkan sebagai investasi. Salah satu jenis mata uang asing yang cocok dijadikan investasi adalah Dollar Amerika (USD). Kamu bisa membelinya ketika harga dollar sedang turun dan menjualnya saat harga dollar sedang naik. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari selisih nilai jual dan nilai beli dollar tersebut.

4. Reksadana: Ada empat jenis reksadana yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Reksadana pasar uang merupakan pilihan yang tepat bagi investor pemula karena risikonya lebih kecil dibandingkan jenis reksadana lain. Selain itu, reksadana pasar uang juga cocok untuk tujuan investasi jangka pendek bila kamu membutuhkan pengembaliannya dalam waktu 1 hingga 5 tahun.

5. Saham: Banyak orang mengira bahwa investasi reksadana lebih aman daripada investasi saham. Padahal, investasi saham cenderung lebih menguntungkan dan cukup aman jika kamu melakukannya secara tepat. Mulailah berinvestasi pada saham bluechip (saham-saham perusahaan terkenal yang nilai kapitalisasinya sangat besar) untuk meminimalkan risiko jatuhnya nilai saham. Kelebihan saham perusahaan lainnya adalah biaya administrasi yang lebih kecil karena tidak perlu membiayai pihak manajer investasi. Sehingga kamu hanya dibebani potongan biaya relatif kecil setiap kali melakukan transaksi jual beli saham.

6. Properti: Kalau kamu memiliki uang senilai ratusan juta hingga miliaran rupiah, sebaiknya kamu memanfaatkan uang tersebut untuk investasi properti. Belilah aset properti berupa tanah, rumah, gedung berkantoran, atau gudang di lokasi strategis. Objek properti yang tepat akan menghasilkan keuntungan berlipat ganda dalam waktu beberapa tahun.

Menekuni Pekerjaan atau Bisnis Sampingan

Cara agar mapan finansial juga tak lepas dari kemampuan untuk memiliki lebih dari 1 sumber penghasilan. Selain mengandalkan pekerjaan utama, kamu juga patut menekuni pekerjaan atau bisnis sampingan agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Usahakan untuk memilih pekerjaan atau bisnis sampingan sesuai passion supaya kamu tidak merasa terbebani saat menjalaninya. Beberapa hal penting yang patut kamu perhatikan bila ingin menekuni pekerjaan atau bisnis sampingan, yaitu:

- Memulai bisnis dengan modal kecil sesuai kemampuan finansial.
- Meminta bantuan keluarga untuk bidang bisnis yang dapat dikelola bersama, misalnya membuka toko kelontong di rumah, bisnis kuliner, atau bisnis produk yang dijual secara online.
- Melakukan promosi dari orang-orang terdekat, yaitu keluarga, sahabat, tetangga, dan rekan kerja. Jangan ragu memberikan tester gratis untuk meyakinkan calon pelanggan potensial.
- Memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin untuk meningkatkan popularitas bisnis dan meraih omzet pasar yang lebih luas. 

Kondisi finansial yang mapan bisa dicapai jika kamu konsisten merencanakan dan mengelola keuangan pribadi. Jadi, kamu harus berusaha lebih giat dari sekarang bila ingin mencapai kestabilan finansial di masa depan. Tak ada kata terlambat untuk menjadi pribadi yang mapan.